• Pamulang oh Pamulang: Keluh kesah untuk Ibu Walikota Yang Cantik

    Pamulang itu artinya ‘rumah tempat kembali’. Setiap hari saya kembali ke tempat itu, bertemu dengan orang-orang yang saya kasihi, melepas lelah dan mempersiapkan hari esok yang lebih baik untuk negeri ini. Tetapi tempat kembali itu setiap hari, terutama saat petang, saat saya harus berjuang menembus belantara kemacetan, selalu saya benci. Benci sungguh. Saya tidak suka pada kota ini bukan karena bundaran Unpam yang selalu macet, awut-awutan, karut-marut, becek, kumuh, motor parkir sembarangan, mobil angkutan kota menjadikannya terminal, para pedagang seenaknya menempatkan gerobak jualan di tempat mana mereka suka, mahasiswa pongah parkir ke kampusnya seolah itu jalanan yang dibuat untuk mereka, spanduk di pasang sembarangan, tumpukan sampah menggunung…

  • Sertifikasi Haram

    Seharusnya yang disertifikasi adalah produk haram. Jadi, logo yang ditampilkan di label produk bukan kata ‘halal’ dengan bentuk yang khas itu, melainkan tulisan ‘haram’. Kenapa? Pertama, sejauh pengetahun saya, dalam kaidah ilmu usul fiqih (jurisprudensi Islam), dikenal kaidah ‘segala sesuatu pada dasarnya mubah (boleh dikonsumsi) kecuali ada petunjuk agama yang mengharamkannya’. Itu artinya, segala sesuatu di dunia ini boleh dimakan, kecuali yang diharamkan. Dan yang diharamkan dalam agama kita sedikit sekali. Yang jelas: babi, anjing, khamer (minuman yang mengandung alkohol), binatang buas. Ada sebagian makanan yang diperdebatkan oleh para ulama boleh atau tidak dikonsumsi. Jadi, membuat labelisasi haram lebih sederhana dan mudah. Halal atau haram dalam hal…