• Gejala Genit Berbahasa

    Waktu pulang kerja tinggal setengah jam lagi. Entah kenapa hasrat untuk menulis ini tidak bisa dibendung lagi. Mungkin karena sudah tidak kuat dan jengah setelah seharian memelototi naskah sebuah buku yang akan segera diterbitkan. Jadilah tulisan ini menjadi curahan keluh-kesah. Adapun perihal yang membuat saya risau dan mengeluah adalah kebiasaan kita semua dalam berbahasa: kita terlampau genit dan manja dalam memakai bahasa serapan, terutama dari bahasa Inggris. Apalagi kalau sudah urusan buku ilmiyah. Memang ada banyak istilah baku ilmiyah yang itu datangnya dari bahasa Inggris. Istilah-istilah itu baharu dan karena itu bahasa ibu kita, bahasa Indonesia atau rumpun bahasa Melayu, masih kelimpungan mencari padanannya. Dan untuk alasan…

  • Rumah kita, Surga kita

    Sebagaimana dulu pernah kita rencanakan dalam perjalanan menuju bioskop atau ketika kita mencicipi nasi goreng di pertigaan Polsek yang terkenal itu, akhirnya semuanya tercapai dengan perlahan, Sayang. Memang sedikit lambat. Ya, seharusnya aku menjelmakannya untukmu sekitar 5 tahun silam ketika kita baru saja menikah. Tapi kau akhirnya tahu, aku tak sehebat seperti kelihatannya. Aku jauh dari kata sempurna untuk membawa hal-hal remeh ini segera. Meski telat, kita patut bersyukur karena akhirnya hal-hal sederhana itu menjelma perlahan. Sebelum menikah kami punya cita-cita sederhana: rumah kecil yang nyaman, kendaraan yang layak dan sepasang anak yang lucu dan menggemaskan. Sebuah cita-cita umumnya orang berumah tangga dan itu bukan cita-cita luar…