• Inspirasi

    Apakah Masih Perlu ‘Ruang Tamu’?

    Ketika kecil, saya selalu dilarang Abah untuk terlalu lama duduk atau main di ruang itu. Ruangan itu sedikit terpisah lorong pendek dari ruangan lain di rumah kami. Kursi dan mejanya selalu rapih. Beberapa figura terpajang di dinding. Lemari kecil berisi pernak-pernik berada di sudut ruangan. Sementara itu, kursi di ruang lain lebih jelek dan sudah sedikit kusam. Ruangan juga tidak serapih ruangan tadi. Ketika melarang saya terlalu lama duduk-dukuk dan bermain di ruang itu, Abah selalu bilang: “Takut ada tamu, malu kalau berantakan.” Ruang itu, ruang yang selalu lebih rapih dan dengan furnitur yang lebih bagus, disebut ‘ruang tamu.’ Abah tidak sendiri. Hampir semua rumah-rumah di kampung, juga di kota,…

  • Inspirasi

    Bagaimana menulis dan mempublikasi tulisan di jurnal internasional (2)

    BAGIAN II Pada bagian pertama saya berbagi pengalaman yang relatif umum terutama terkait aspek-aspek sebelum dan ketika tulisan jurnal diproduksi. Pada bagian ini saya mencoba masuk pada hal-hal yang lebih teknis terutama terkait langkah-langkah post-production. Seperti pada bagian pertama, agar lebih mudah dicerna, saya akan susun dengan model pointers. Mungkin ada baiknya saya memulai dengan hal yang tertinggal di bagian pertama dari tulisan saya. Co-author atau menulis sendiri? Penulis pemula biasanya tidak percaya diri. Siapalah kita, baru lulus S2 dan anak kemarin sore. Karena minder, ada yang mencoba mencari jalan keluar dengan co-author dengan orang lain yang dianggap lebih senior dan lebih ahli dan otoritatif. Strategi ini bagus dan bisa…