• Islam

    Sharia dan Negara Bangsa: Di Mana Letak Perbedaan Paradigmanya

    Bagi sebagian besar orang, negara-bangsa (nation-state) diterima sebagai sesuatu yang alamiyah. Ia diterima seperti apa adanya. Penyebabnya sederhana: setiap kita lahir ketika institusi bernama negara-bangsa telah ajeg berdiri. Tidak terbanyang, misalnya, seseorang hidup tanpa identitas kewarganegaraan. Orang-orang tanpa status kewarganegaraan (stateless persons) dianggap sebagai orang paling tidak beruntung. Tapi bagi yang mempelajari sejarah hukum dan tatanan hukum dunia, negara-bangsa adalah sebuah fenomena sejarah yang terbilang baru. Ingat, Indonesia sebagai sebuah negara baru berdiri pada tahun 1945. Itu artinya baru sekali. Di tempat asal ide negara-bangsa muncul, di Eropa, negara-bangsa juga baru dikenal setelah perjanjian damai di Westphalia, sebuah kota kecil di Munster, Jerman, pada 1648. Perjanjian itu mengakhiri perang 30…

  • Catatan Harian

    Surat Terbuka untuk Para Analis Bank Kita

    Ketika saya menulis ini, saya sedang sedih. Sudah 3 bank menolak aplikasi kepemilikan KPR rumah saya. Alasannnya? Saya dianggap tidak punya pendapatan tetap yang mencukupi. Bahasa kasarnya, saya dianggap terlalu miskin. Kalau diberikan cicilan kredit, saya dianggap tidak akan bisa membayarnya. Apa karena saldo di rekening saya tidak cukup? Bukan sombong, meski bukan orang kaya, saya juga tidak miskin-miskin amat. Rekening di 4 bank saya, Mandiri, BNI, RDN Mandiri dan Bank of Amerika, cukup sehat dan berisi. Apa karena saya pengangguran? Bukan sombong, saya ini dosen, juga konsultan di lembaga internasional. “Gaji Bapak dari kampus sangat kecil, hanya x jutaan. Sementara konsultan itu pekerjaan tidak tetap. Kalau tiba-tiba diputus bagaimana.…