• Esai Pendek

    Nasib Jurnal Akademik Kita

    Di satu sisi, saya senang melihat berjamurnya jurnal-jurnal di lingkungan perguruan tinggi kita. Hampir setiap jurusan bersemangat membuat jurnal. Bahkan satu fakultas bisa memiliki beberapa jurnal. Di sisi lain, saya sebenarnya prihatin. Jika dilihat lebih dalam, alasan pendirian jurnal-jurnal itu lebih banyak didorong oleh aspek politik-administratif ketimbang aspek akademik. Jurnal menjadi bagian penting dari penilaian atau akreditasi kelembagaan. Karena itu, jurnal ‘dipaksa’ didirikan bukan karena kepentingan dan minat akademik, tapi karena untuk memenuhi kepentingan penilaian administrasi. Kepentingan politik-administratif ini berbanding lurus pula dengan aturan akreditasi yang menimpa para penulis. Para penulis yang rata-rata dosen itu ‘dipaksa’ menulis bukan karena minat akademik, tapi lebih karena kepentingan politik-administratif akreditasi. Banyak dosen menulis…

  • Esai Pendek

    Hukum Kompromi

    Kalau ceritanya ditarik ke belakang, sebeagimana saya yakini dan saya tulis di post facebook atau blog, kasus dijebloskannya Ahok ke penjara dalam pandangan saya lebih karena tekanan publik, bukan karena murni kasus hukum. Orang bisa berdebat perihal bukti-bukti dan fakta hukum. Tapi kenyataan demonstrasi yang tanpa henti, juga menjelang pemilihan gubernur, membuat orang Tionghoa yang juga Kristen ini menjadi korban tekanan opini publik. Ini saya kira penyakit akut pengadilan kita. Karena Ahok dihukum lewat tekanan publik dan komprominya pengadilan menjatuhkan hukuman, maka dasar sama-sama harus masuk bui sepertinya, disadari atau tidak, berjalan. Atau, setiaknya pihak lain harus menjalani model hukumuan yang kurang lebih setimpal. Rizik ‘dihukum’ lewat hukuman kota di…