-
Rumah adalah sebuah cita-cita
Rumah adalah tempat kita membuat strategi untuk menaklukan dunia, menyemai cinta, merumuskan masa depan. Rumah adalah tempat kita bernaung dari bengisnya cuaca: derasnya hujan, kejamnya panas matahari, liciknya dingin, kasarnya angin. Rumah adalah benteng dari ketidakmenentuan dunia. Tapi pada mulanya, rumah adalah sebuah cita-cita. Ayah baru mempunyai rumah ketika saya sekolah dasar, kelas tiga. Sebelumnya, seingat saya, kami menempati rumah kerabat yang kosong tidak ditempati selama beberapa tahun. Setelah menikah, ayah pindah rumah beberapa kali karena ayah mencari tumpangan hidup gratis di kampung. Selama hidup berpindah-pindah itu, ayah mengumpulkan uang, menyisihkan sisa uang gajinya yang sudah sangat kecil. Ayah membangun rumah sedikit demi sedikit, sepenuhnya tergantung pada…
-
Teringat Mimi di Musim Haji
Jika ada pencapaian terbesar dalam hidup saya sampai saat ini, hal itu pasti bukan karena saya pernah berkeliling ke banyak negara, setengah bulatan bumi, sekolah di kampus bagus di dunia, punya mobil, rumah dan pekerjaan yang bagus, juga bukan karena tulisan saya dimuat di jurnal internasional atau buku dan novel saya diterbitkan. Bukan. Pencapaian terbesar dalam hidup saya sampai sekarang adalah karena, bersama kakak saya, bisa memberangkatkan Mimi naik haji dan bisa melepas kepergiannya ke Mekah hari itu. Mimi, panggilan sayang untuk ibu saya, meninggal dunia tahun lalu. Tetapi saya dan anak-anak, cucu Mimi, selalu sedih karena tidak bisa berziarah ke kuburannya. Memang doa tidak kenal jarak…


