-
Mengamati Corona di Amerika
Awalnya orang-orang di sini menganggap virus Covid-19 sebagai urusan orang Asia, terutama Tiongkok. Saya masih ingat presiden Trump beberapa kali berseloroh bahwa Virus itu tak lebih dari flu biasa. Baginya saat itu, urusan ekonomi lebih penting. Masih belum terbayang bahwa Amerika akan seperti hari ini, tiga minggu lalu Situasi memang cepat sekali berubah. Kini perlahan rasa khawatir dan ketakutan mulai menjangkiti semua orang. Super market seperti dijarah. Tisu toilet menjadi barang langka. Beras habis. Sanitasi untuk tangan susah sekali dicari. Masker hilang dipasaran. Setelah itu lantas universitas-universitas diliburkan dan perkuliahan dilakuakan secara daring. Semua acara perkumpulan, festival, konferensi, dibatalkan. Perusahaan-perusahaan sebagian menyuruh pekerja bekerja di rumah. Baru…
-
Coronavirus dan Sinar Matahari
Saya sama sekali bukan ilmuan di bidang ini. Bidang saya hukum internasional. Saya hanya akan menuliskan pengalaman saya selama di Amerika yang terkait dengan pertanyaan ini: adakah hubungan sinar matahari, kelembaban dan cuaca dengan tumbuh, menyebar dan mematikannya sebuah virus seperti corona virus yang baru itu? Sudah seminggu ini hampir semua anggota keluarga saya sakit. Awalnya Yarra terserang flu ringan. Setelah bolos sehari sekolah, ia segera lekas pulih. Tapi ketika ia mulai sembuh, saya dan Amartya mulai diserang virus itu: batuk, kepala sedikit pusing dan hidung mampet. Gejalanya tidak terlalu berat. Saya masih bisa sedikit beraktivitas rutin. Regyan juga mulai meler-meler dan sedikit batuk. Bunda, mungkin karena…

