• Catatan Harian

    Mengenang Cak Nur

    Oleh: Zezen Zaenal Mutaqin –Tulisan ini aku buat tanggal 31 Agustus 2005, dua hari setelah kematian Cak Nur dalam sebuah blocknote. Aku merasa harus memindahkannya ke komputer– Dua hari lalu Cak Nur meninggalkan kita. Kepergiannya menyebabkan tetesan air mata tumpah di mana-mana. Cak Nur meninggal dunia pada saat yang tidak tepat: saat BBM melambung tinggi mencekik rakyat, saat korupsi semakin tak kunjung juga bisa diberantas, saat kondisi semakin terpuruk. Seandainya saya bisa bertatap muka dengan Tuhan, saya akan usul padanya agar catatan takdir dirubah: umur Cak Nur ditambah. Atau seandainya saya menjadi Sun Go Kong, sang monyet nakal dari legenda Cina yang datang ke tempat takdir dibuat dan kemudian mengacak-ngacak…

  • Catatan Harian

    Sisi Gelap Kota.

    Kesan pertama begitu menggoda. Selanjutnya? Tunggu dulu. Aku mulai menemukan sisi lain kota yang indah ini. Semuanya perlahan tersingkap ketika aku mulai masuk kelas di fakultas Hukum. Gedung yang indah dengan arsitektur kubisme pasca-modern, taman yang luas, perpustakaan ideal dan dosen-dosen yang keren. Fasilitas yang aku dapatkan hampir tanpa batas. Dunia ada di ujung jari. Aku hanya tinggal menggerakan telunjuk untuk menekan tombol “enter’, seluruh dunia terbuka. Dari kampusku aku bisa masuk ke situs-situs manapun di dunia. Kecepatannya juga tidak seperti jika aku mengakses internet di kampusku di Ciputat yang lambatnya minta ampun. Dari kampusku aku hanya butuh waktu 2 detik untuk mengunduh satu jurnal bagus dari situs di Amerika.…