-
Selamat Jalan dan Berjuma Nek, Bah.
Terakhir abah menelepon lewat sambungan video sekitar dua atau tiga hari sebelum jadwal penerbangan kami ke Indonesia. Abah sudah terlihat pucat meski masih bisa ngobrol ringan. Ia ingin lihat semua cucunya satu-persatu. Tak banyak kata-kata. Tatapannya menandakan ia bahagia melihat cucu-cucunya yang tinggal di benua berbeda. Abah terutama sangat ingin melihat Regyan, cucunya terbaru. Satu-satunya cucu yang belum digendongnya. Ketika menelpon itu saya belum mempunyai firasat Abah akan pergi begitu cepat meninggalkan kami selamanya. Abah orang sehat. Seingat saya, Abah tidak pernah sakit berat. Ia bahkan tidak pernah masuk rumah sakit. Waktu itu abah mengeluh sakit kepala, tidak bisa tidur dan selalu mual. Katanya sakit gulanya kambuh.…
-
Haruskan yang Terluka Dieksekusi?: Sebuah Refleksi tentang HHI.
Biasanya para sarjana fokus pada perdebatan tentang bagaimana memahami tradisi dengan berkonsentrasi pada teks dan konteks. Untuk memahami teks dengan benar, seseorang diharuskan mengetahui kondisi budaya dan sosio-politik zaman di mana teks tertentu diproduksi. Pendekatan ini sama sekali tidak keliru, tapi tidak mencukupi. Ketika kita menelusuri tradisi Islam, misalnya, kita sering dihadapkan dengan kekayaan khasanah yang luar biasa. Namun khasanah itu bisa berujung pada buah si malakama. Pada teks orang bisa merujuk penghalalan tindakan paling keji. Pada teks pula orang bisa menyandarkan tindakan paling mulia. Teks, singkat kata, selalu berwajah janus. Karena itu, yang harus dilakukan ketika melakukan penelitian tradisi keagamaan, menurut saya, adalah langkah ini: memeriksa…





