• Politik, Ilmu dan Cerita Bukhari

    Setelah Kanjeng Nabi Muhammad wafat, ada dua pekerjaan rumah besar yang dihadapi para penerusnya: kepada siapa urusan mengorganisir umat diserahkan (urusan kekuasaan yang adil), dan memastikan bahwa apa yang diajarkan Nabi, saat itu terutama Al-Qur’an, bisa dijaga dan difahami secara benar (urusan ilmu) Pada hari ketika Nabi wafat, Senin, 6 Juni 632, urusan pertama terkait otoritas politik langsung menjadi persoalan yang hampir membawa komunitas yang baru tumbuh itu pada perang saudara. Baik Kelompok Penolong (Ansar) maupun kelompok Imigran (Muhajirin) merasa punya hak untuk mewarisi tampuk kekuasaan yang kosong ditinggal Nabi. Para pembesar Ansar diam-diam berkumpul di beranda rumah salah satu suku Bani Sa’ida, sesuatu yang lantas dikenal…

  • Negeri Para Pekerja Keras

    Mungkin kita sinis melihat orang-orang yang ‘bekerja’ hanya dengan modal pluit itu. Mungkin kita kesal dengan Abang-abang di pertigaan yang hanya bermodal bendera dan meminta uang dari kita. Mungkin kita tidak suka dengan ‘Pak Ogah’ di pinggir jalan. Saya juga begitu melihat mereka, dahulu. Entah kenapa, cara pandang saya pada mereka kini berubah. Saya melihat mereka kini sebagai orang-orang yang tetap berjuang keras ditengah ketidakberdayaan mereka. Mereka adalah orang yang tidak ingin disebut pengangguran. Mereka tidak ingin disebut peminta-minta. Mereka menawarkan ‘jasa’, sekicil apapun bentuknya. Tukang parkir, Pak Ogah, tukang dagang keliling, tukang tambal ban, tukang pungut sampah, tukang rongsokan, adalah sosok-sosok yang mewakili kekerasan hidup sekaligus…