• Sapaan Buat Tuan Dahnil

    Namanya Dahnil Azhar Simanjuntak. Saya tidak mengenalnya. Tuan Dahnil juga tidak mengenal saya. Tapi saya merasa harus menyampaikan ini padanya. Bukan apa-apa, meski saya bukan keluarga Muhammadiyah, saya merasa cukup dekat dengan organisasi itu. Saya punya banyak sekali teman dekat di Muhammadiyah. Kaka saya ketua IMM Jawa Barat dan sekarang aktif pula di Pemuda Muhammadiyah. Saya sering mondar-mandir ke kantor PP untuk sekedar jadi mustami di acara diskusi mereka.  Sesekali menggarap proyek bersama salah satu unsur dalam Muhammadiyah. Jadi sekali lagi, saya bukan siapa-siapa di Muhammadiyah, apalah lagi dibandingkan dengan Tuan Dahnil yang ketua Pemuda Muhammadiyah. Saya hanya merasa dekat saja dengan organisasinya. Begini, Tuan: anggap saja…

  • Anak zaman now, anak zaman old

    Meskipun jelas saya dibesarkan oleh kedua orang tua saya, saya pada dasarnya dibesarkan, dididik dan dibentuk oleh keseluruhan warga desa. Di kampung saya dulu, juga mungkin sekarang, hamparan sawah, pegunungan, bukit, sungai dan kolam, perkebunan, madrasah dan mushala serta orang-orang yang ditemui di setiap sudut tempat itu adalah ‘orang tua’ yang membentuk kepribadian saya. ‘Super-ego’ itu menyerap dalam kepribadian ‘ego’ anak-anak desa sehingga mereka mempunyai kepribadian yang relatif serupa. Ketika kecil dulu, selepas sekolah saya biasa bermain ke penghujung kampung tanpa perlu khawatir apapun sampai larut senja. Ketika malam tiba kami pergi ke mushala: mengaji, belajar, tapi juga bermain dan berlari di halaman surau, disinari lampu remang…