• Para Tamu Allah 1

    Mungkin orang dibalik pintu itu sudah mengetuk pintu beberapa kali. Aku tidak mendengarnya karena aku lagi asik membaca sambil mendengarkan musik pakai headphone. Ketika aku tengok dari lubang pintu, dia sudah akan pergi, menuruni tangga apartemen rumahku. Dari balik pintu aku melihat dua orang lelaki. Seorang mengenakan jas hitam rapi. Yang lain pakai kemeja berdasi. Yang satu, seseorang dengan jas hitam, seorang Tionghoa. Yang lain sepertinya orang Ambon atau orang dari daerah sekitar Indonesia Timur. Ketika aku membuka pintu mereka tidak jadi pergi. Aku minta maaf karena tidak lekas membuka pintu sambil mempersilahkan mereka masuk.    ‘Saya S’ kata yang berjas. ‘Saya L’, yang lain dengan senyum…

  • Perihal ‘Cleaveage’

     Mungkin sekitar 6 dari 10 perempuan bule yang aku temui di jalan berpakaian dengan memperlihatkan belahan dada. 8 dari 10 memakai celana, rok atau baju diatas lutut memperlihatkan paha. Buat Iman atau Dumas hal ini jelas berkah. Buat saya juga tidak jauh berbeda. Memasuki musim panas di Melbourne selalu membuat lelaki normal kaya Iman, Sugeng dan Dumas penuh dilema: mereka tahu itu aurat, tapi masalahnya auratnya ada di mana-mana. Ingin rasanya, kata Dumas, mengalihkan pandangan dari pemandangan indah itu, cuma masalahnya, tengok kanan ada, tengok kiri ada, jongkok lebih bahaya. Nikmati saja 😉 Apa yang bisa direnungkan dari cara kebanyak perempuan di Melbourne berpakaian? Ada homogenitas cara…