• My Book Project

    Cinta Markonah

    Foto ilustrasi

    II Perawakannya tinggi, badan berisi. Bukan karena sering pergi ke tempat kebugaran, tapi karena terlalu berat beban hidupnya. Setiap pagi dia pergi ke pabrik penggiliangn beras di pinggir kampung untuk bekerja sebagai kuli angkut. Selepas tengah hari, dia singgah di toko bahan bangunan milik saudara jauhnya, Wak Juki. Di sana dia bekerja sebagai pembantu umum. Tugasnya angkat ini itu. Tapi sudah sejak beberapa minggu dia tak lagi pergi ke pabrik penggilingan padi dan toko bangunang Wak Juki. dia kini punya pekerjaan baru yang lama dicita-citakannya: tukang ojek. Meski bekerja serabutan, ia bisa menyisihkan sedikit uang untuk ditabung. Cita-citanya waktu itu ingin seperti temannya yang lain: beli motor. Kalau sudah membeli…

  • My Book Project

    Cinta Markonah

    Foto hanya ilustrasi belaka

    I Markonah gadis yang cantik dan lugu. Tapi juga minderan. Wajahnya yang catik tak sebanding lurus dengan namanya yang sering jadi olok-olok. Karena namanya, ia selalu merasa terkutuk dan berada dalam penjara. Tapi, kata ibunya, nama itu bukan sembarang nama. Ada cerita panjang yang harus disyukuri–atau dikutuk–di baliknya. * Ibunya menamai bayi yang kelak akan jadi bunga desa Baregbeg “Markonah” untuk selalu mengenang Marco, lelaki Italia, ayah biologis sang bayi. Markonah sendiri tidak pernah tahu di mana gerangan lelaki itu selain dari selembar foto yang selalu disimpan ibunya dengan rahasia. Marco dan Inah bertemu di sudut taman Victoria kota Hongkong. Inah saat itu sedang menjalankan tugas mulia sebagai anak terbesar…