Serba-Serbi Hidup Di Los Angeles

Kali ini saya tidak akan menulis essay seperti biasanya. Saya kali ini mau menuliskan saja list pengalaman yang saya rasa pasti bermanfaat bagi siapa saja yang akan hidup di Los Angeles. Semacam how to do list. Ketika saya akan ke LA, saya mencari informasi beberapa hal ini di internet tapi tidak menemukannya. Tentu ada juga yang menulis dalam bahasa Inggris. Tapi dalam bahasa Indonesia belum banyak yang mencatatkannya.

1. Apartemen
Jika anda mahasiswa dan berkeluarga, seperti saya sekarang di UCLA, pilihan paling baik adalah tinggal di apartemen kampus. Kampus memiliki ribuan apartmen yang tersebar di sudu-sudut Los Angeles. Yang paling bagus adalah di Sepulveda dan Sawtelle. Apartemen dua kamar dengan satu kamar mandi, dengan semua fasilitasnya (internet, air, gas) hanya 1500 dollar. Apartemen serupa di kawasan ini harga sewanya sekitar 3000 dolar.

Apartemennya sangat mewah bahkan untuk ukuran Los Angeles. Untuk anak sangat nyaman. Ada 5 playground dan sebuah kolam renang. Sekolah tinggal menyebrang jalan.

Tapi untuk tinggal di sini anda harus antri lumayan lama. Saran saya, jika akan sekolah di UCLA, begitu mendapatkan informasi mengenai perumahan, segera daftar saja. Ketika anda datang, sambil menunggu tinggal di apartmene kampus, sebaiknya anda tinggal di sublet yang bisa ditemukan di Craiglist untuk beberapa bulan. Jangan khawatir. Aplikasi anda pasti diterima, hanya soal waktu. Kalau mau lebih diperhatikan, sesekali datang ke kantor bagian Perumahan untuk bicara langsung dengan staf. Email dan telpon tidak cukup.

Untuk mencari penginapan sementara beberapa hari pertama anda bisa mencari kawan Indonesia yang mungkin bisa ditumpangi. Jangan mencasi penginapan sementara dari Criaglist dari Indonesia. Banyak yang tertipu. Ketika anda mendarat dan tinggal di kosan kawan untuk sementara itu, kerahkan semua energi dalam minggu pertama untuk menemukan apartmen untuk tinggal beberapa bulan sampai aplikasi anda disetujui kampus untuk tinggal di apartemen UCLA. Jika anda melihat tempat yang cocok dengan uang dan lokasi dari Craiglist, anda wajib melihat langsung kondisi unti yang ingin anda tinggali. Biasanya, untuk sublet, anda akan tinggal disebuah kamar di rumah orang atau di sebuah apartemen yang memang disewakan beberapa kamar. Harganya sublet berbeda-beda, tetapi kisarannya adalah $800-1500 (tergantung kemewahan dan fasilitas).

Daerah Culver city bisa jadi pilihan. Itu adalah daerah paling competitive dari segi harga. Kalau tinggal di kawasan Westwood (di depan Kampus UCLA), harganya pasti selangit. Saya tinggal selama 4 bulan di Santa Monica, tinggal di satu kamar dengan harga $1000 perbulan.

2. Isi Apartemen
Ketika tinggal sementara di sublet itu, biasanya anda akan mempunyai fasilitas dapur bersama. Belilah sesedikit mungkin alat dapur ketika anda tinggal di sublet. Syukur kalau tidak perlu beli alat apapun karena sudah tersedia. Tapi biasanya anda tetap harus membeli rice cooker. Kita rice-eating people, susah kalau tidak makan nasi! Ingat anda akan tinggal di sublet sementara saja, bukan? Kalau terlalu banyak beli ini-itu nanti repot pas pindahan

Ketika anda pindah ke apartemen kampus, ada tips yang wajib anda ikuti: segera ikut group apartemen di Facebook. Nama Groupnya University Apartements South Residents Association (UASRA). Kenapa penting ikut group ini? Karena untuk mengisi semua kebutuhan rumah anda bisa membelinya di sana. Tiap hari ada mahasiswa yang selesai studinya dan harus pulang kampung. Di Amerika, ketika sewa rumah adan selesai, isi rumah harus dikosongkan. Untuk mengosongkan isi rumah itu, anda punya dua pilihan: menyewa movers dan membuangnya ke pembuangan (harganya mahal sekali), atau menjualnya dengan harga sangat murah ke mahasiswa baru yang akan masuk di komplek apartemen itu. Biasanya semua isi rumah di obral tiap hari melalui Facebook.

Sebagian yang lain tentu harus beli baru seperti bantal, sarung bantal, selimut seprei dan lain-lain. Anda tidak perlu khawatir. Tiga menit jalan kaki dari kampus ada super market namanya Ross. Anda beli semua kebutuhan itu di sana. Murah meriah! Sebagian saya beli juga di Amazon. Amazon akan mengirim semua barang yang ada beli sampai depan rumah. Karena itu, untuk yang berat-berat, lebih baik beli di Amazon

3. Groceries
Mahasiswa harus mengirit, bukan? Uang beasiswa pas-pasan. Karena itu pintar-pintar berhemat. Yang paling penting, selama anda sekolah, usahakan masak sendiri. Jika anda makan burger di luar, sebagai contoh, sekali makan anda harus membayar 12-15 dolar. Padahal, jika anda pergi ke super market dan membeli bahan burger, dengan $10 dolar anda bisa membeli bahan burger untuk seminggu. Di sini yang mahal bukan bahan kebutuhan. Tenaga untuk memasaknya yang mahal. Karena itu penting mengetahui dimana anda bisa membeli bahan kebutuhan sehari-hari.

Saya selalu pergi ke dua swalayan yang menurut saya paling murah dengan kualitas lumayan. Pertama Ralph. Di sana anda bisa membeli semua yang anda butuhkan. Yang juga sering saya kunjungi adalah 99C (99 Cent). Yang bagus dan besar ada di Pico Blvd, di Santa Monica. Semua barang dijual dengan harga sama: 1 dollar. Sayuran dan buah, makanan ringan seperti kentang, alat dapur, kantong sampah dan lain-lain bisa dibeli di 99C. Dijamin kaget dengan harganya. Uang $50 bisa mengisi isi dapur untuk hidup dua minggu. Tentu ada beberapa hal yang kualitasnya tidak sebagus beli di Ralph. Ah, tapi buat mahasiswa kaya saya, kualitas tidak penting. Toh mereka juga telah memenuhi standar dasar kualitas.

Sebaiknya hindari belanja di Whole Food. Mahalnya gila-gilaan. Mereka hanya akan mengeruk uang kita. Memang kualitasnya bagus-bagus. Tapi terlalu mahal, menurut saya. Kalau mau yang serba lokal, sesekali bisa datang ke Trader Joe’s. Harganya lebih mahal dari Ralph tetapi tentu saja dengan kualitas yang mungkin lebih baik (meski sebenarnya tidak mesti juga). Kalau may tempe organik dan murah ada di Trader Joe’s dengan harga 2 dolar. Sebagai tambahan, anda juga bisa belanja di Vons. Tips ketika belanja: lebih baik beli sekalian banyak karena hitungannya harganya lebih murah. Tisu, misalnya, lebih baik yang besar sekalian.

4. Transportasi
Jangan kaget dan kecewa dengan transportasi publik di LA. Buruk sekali. Buruk! Ya tapi bagaimana, anda harus terima kenyataan karena sudah tinggal di sini bukan? Untuk mahasiswa, untungnya semua bus dan kereta memberikan diskon. Hanya bayar setengah. Untuk mahasiswa juga tersedia kartu “tap” dengan vocher yang harus diisi setiap empat bulan, dengan harga $33. Dengan harga segitu anda akan free naik bus tertentu selama 4 bulan. Jika tidak, setiap naik bus anda harus menggesek kartu mahasiswa anda dan bayar $0.50 ke mesin karcis di dekat supir. Di sini mesin karcis tak akan memberi kembalian. Jadi harus selalu bawa uang pas. Kalau tidak anda kehilangan uang anda. Atau, bisa juga membeli kartu “tap” di Ralph untuk anda isi sebagai ganti uang tunai (mirip e-money di Indonesia).

Kalau mau membeli mobil sendiri juga ok. Terlebih jika punya keluarga. Tetapi sebelum membeli harus memikirkan: uang asuransi mobil bulanan, uang parkir, buat sim LA dan apakah anda benar-benar butuh. Sekarang ada Uber dan Lyft. Jadi jika sesekali mau pergi dengan keluarga bisa pakai Uber atau Lyft.

Jika berniat membeli mobil, disini cukup murah. Bisa mencari di www.craiglist.com atau dari kawan. Ada hukum adat perihal membeli mobil bekas yang harus diperhatikan. Jika sudah transaksi, pembeli harus membayar pajak pembelian ke DMV (kantor urusan transportasi). Biasanya penjual akan menaruh harga berbeda dengan harga asli. Misalnya kita beli mobil seharga 3000 dolar, si penjual biasanya menuliskan harga hanya 100 dollar di kertas form penjualan dan tranfer nama. Jadi pembeli hanya akan bayar pajak 10 dolar untuk pembelian itu. Untuk itu harus disepakati oleh baik penjual dan pembeli.

Saya bodoh. Saya baru tahu kebiasaan itu sehari setelah saya membayar 123 dolar untuk mobil bekas saya. Saya beli mobil seharga 1500, saya tulis di formulir 1000. Jadilah harus bayar 123 dolar! Sehari setelah itu saya sakit hati dan ditertawakan oleh kawan. Kawan saya lantas bilang kebiasaan di sini hampir semua mobil bekas, on paper ditulis harganya cuma 100 agar pajaknya murah. Yang seperti ini tak ada ilmunya. Hanya tahu kalau diberitahu atau berbuat bodoh seperti saya 🙂

5. Bank
Pasti anda harus buat rekening. Ada Credit Union milik kampus yang bisa jadi pilihan. CU ini lebih ramah dari segi adminstrasi untuk mahasiswa. Juga tidak banyak potongan. Saya kemarin tidak tahu. Karena itu saya buat rekening di Bank of Amerika. Konon bank terbesar. Tetapis saya banyak kurang puas. Setiap ada kiriman masuk dari Indonesia, mereka akan memotong $16.

Di LA, anda wajib punya cek. Cek dipakai untuk bayar banyak hal, terutama bayar uang kontrakan ketika anda tinggal di sublet. Untuk buat cek, anda sebenarnya bisa buat secara online dari banyak penyedia jasa. Yang paling murah dari Walmart. Kalau anda buat dari Bank of Amerika, anda harus bayar $30an, padahal di Walmart hanya $8.

6. Asuransi

Kalau anda mahasiswa dengan beasiswa, biasanya asuransi pasti sudah ditanggung. Tapi jika harus membawa keluarga, anda harus membayar sendiri asuransi untuk keluarga. Dan di Amerika, Asuransi itu mahal luar biasa. Tidak seperti ketika kami tinggal di Melbourne atau Belanda yang lebih terhangkau. Untuk mensiasatinya, anda harus mendaftarkan anak ke asuransi pemerintah Amerika. Tiap negara bagian beda kebijakannya. Di California ada program namanya Medi-Cal dan LA Cover, semacam BPJS. Ini program Obamacare yang terkenal itu. Saya baru kemarin daftar dan untuk anak sampai usia 18 tahun dapat full cover secara cuma-cuma. Untuk Istri saya hanya mendapatkan paket emergency cover saja dan untuk yang lain tidak ditanggung. Alasan mereka karena kami bukan warga negara Amerika dan bukan anak-anak. Tapi ketika anak-anak asuransinya sudah ditanggung penuh saja sudah alhamdulillah.

Untuk daftar cukup mudah. Datang saja ke kantor Departement Public Social Services terdekat. Di sekitar UCLA ada di 1110 West Pico. Datang ke sana bawa passport dan dokume lain yang standar. Tapi kemarin saya hanya diminta passport saja. Untuk lebih lanjut bisa cek di sini

Nanti listnya akan saya tambah lagi jika menemukan hal-hal lain yang mungkin bermanfaat buat anda.

Urusan dengan Bank di Amerika

112220_600Saya mau cerita sedikit perihal pengalaman saya berurusan dengan bank di Amerika.

Saya baru sebulan di Los Angeles dan tentunya harus pergi ke sana-sini, urus ini-itu untuk segera hidup nyaman. Perkuliahan sudah mulai sejak sebulan lalu dan ini hari ke 35 saya di LA. Alhamdulillah sudah hidup dengan ritme normal, sudah punya rutinitas. Tapi rasa kesal dengan bank masih terisisa sejak sebulan lalu. Dan baru tadi saya merasa bodoh, tertipu dan kesal luar biasa dengan bank lagi. Tentu ini bukan salah mereka, ini salah saya tidak mencari informasi detail. Tapi untuk siapapun anda yang baru datang dan butuh sesuatu dengan cepat, mencari detail suatu hal bukan sebuah pilihan.

Sebulan lalu ketika saya hendak pindah dari tempat tinggal sementara ke tempat tinggal yang sekarang di Santa Monica, saya harus membayar uang sewa kamar dan uang deposit kurang lebih 2000 dollar ke yang punya rumah. Yang punya rumah seorang kakek tua dari generasi ayah saya, berumur hampir 70an sepertinya. Dan meski telah negosiasi dan meminta ke dia dua kali, dia tetap ngotot untuk pembayaran harus pakai cek, tidak mau transfer online. Dia beralasan, dengan cek ada bukti otentik. Padahal jika transfer antar bank secara online juga bukannya akan ada bukti pembayaran otentik? Tapi sudahlah. Akhirnya saya nurut sama si Kakek–tentu karena saya sedang butuh tempat tinggal!!

Saya pergi ke bank untuk meminta apa yang mereka sebut cashier check. Dengan muka polos tanpa berdosa saya menghampiri teller bank dan bilang butuh cashier check. Dengan senyum lebar pelayan di teller, seorang perempuan paruh baya, kemudian bilang: ‘Tentu saja. Harganya 10 dollar untuk satu cashier check’. Saya menelan ludah sebelum bertanya lagi pada dia meyakinkan bahwa saya harus bayar 10 dolar. ‘Yes, it cost 10 dollar for each cashier check’. Mahal sekalai, pikir saya waktu itu. Tapi karena butuh, sambil menelan ludah lagi dan sedikit senyum terpaksa, saya menyetujuinya. Setelah saya mendapatkan check itu saya bertanya iseng ke ibu setengah baya di teller itu: ‘Kenapa mahal sekali ya untuk mendapatkan selembar check ini. Uang saya yang saya ambil.’ ‘Iya mahal,’ katanya ‘mungkin karena servis’. Hmmm….tidak ada makan siang gratis di Amerika. Benar-benar tak ada. Makan siang dengan murah juga tak ada.

Peristiwa mengesalkan itu menggelayut terus hingga kini. Kekesalan itu muncul lagi ketika saya tahu setiap ada pengiriman uang dari Indonesia, dari LPDP yang mengirimkan uang beasiswa, uang saya dipotong 16 dollar untuk biaya transfer. Sayangnya, LPDP selalu mengirim apa-apa terpisah meski pada hari yang sama. Alasannya, pengiriman harus sesuai dengan permintaan yang diajukan. Dalam sehari pernah uang di rekening kurus saya–bukan rekening gendut–diambil oleh bank sampai 36 dollar untuk biaya transfer. Haduh Maa….

Kekesalan ketiga terjadi baru saja. Setelah ngobrol sama di Kakek yang punya rumah, si Kakek tetap kukuh minta pembayaran pakai cek. Dan akhirnya aku lihat sebentar di aplikasi bank di hp ternyata ada fitur pesan cek. Saya klik dan saya ikuti prosesnya. Dan, lagi-lagi saya harus bayar 30 dollar untuk pesan segepok cek. Si Kakek padahal bilang biasanya bisa gratis dapat buku cek dari bank itu. Ternyata si Gratis mungkin sudah pergi ke Hongkong dan karena itu saya harus bayar! Bayangkan, untuk pesan segepok cek itu, bank saya memungut 8 dollar untuk biaya pengiriman. Durjana pemetik bunga!!! Aku pikir ini keterlaluan. Segepok kertas 8 dolar hanya untuk ongkos kirimnya. Padahal di Amazon, kita bisa pesan kasur atau lemari dan diantar gratis ke depan pintu rumah.

Lebih sakit hati lagi karena setelah saya pesan lewat bank yang harganya 30 dollar itu, seorang kawan memberi tahu bahwa kita bisa pesan buku cek dari situs mana saja dan biasanya lebih murah. Sialan! Saya cek di Walmart, untuk 200 lembar cek hanya 7 dollar dan gratis biaya kirim. Di situs lain juga harganya sama, sekitar 7 sampai 12 dollar. Saya kesal sekali. Merasa tolol dan dibodohi oleh institusi bernama bank yang kerjanya mencari celah bagaimana dia dapat untung dari apa yang mereka sebut ‘biaya pelayanan’.

Jadi buat anda yang mau merantau ke negeri Abang Sam ini, semoga baca blog saya dan tidak jadi bodoh seperti saya. Untuk cek, jangan sekali-kali pesan dari bank. Mereka hanya akan menguras duit kamu. Bisa di tempat online lain. Di tanya saja sama Google, pasti tahu.

Btw, saya pakai BoFa. Semoga anda mendapatkan pejaran dari kebodohan saya. Dan untuk pesan cek, anda bisa lihat di sini perbandingannya: http://www.toptenreviews.com/money/accounting/best-online-check-ordering-services/

Salam dari Santa Monica