• Nasib Dosen Honorer

    Oleh: Zezen Zaenal Mutaqin Sebelumnya saya minta maaf kepada semua pihak yang mungkin merasa akan terisinggung, tersenggol, atau ‘tertusuk’  oleh curhatan saya ini. Mohon sekali lagi untuk dimaafkan. Meski sedikit pedas, semoga curahan hati saya ini bisa megobati kegalauan hati saya, juga hati banyak kawan senasib sepenanggungan. Ketika menuliskan ini, tak sedikitpun terbersit dalam hati saya pihak-pihak tertentu secara khusus. Yang saya bayangkan adalah sebuah tatanan sistemik yang membuat orang-orang di dalam sistem itu tak lebih dari wujud yang kehilangan setengah kesadarannya karena kungkungan struktral. Alkisah saya ini punya status yang keren, setidaknya di kampung saya. Minimal, dengan status itu dulu saya mudah melamar calon istri saya.…

  • Bunda Pergi ke Gereja!

    Oleh: Zezen Zaenal Mutaqin Alhamdulillah, setiap Rabu sore, sudah dua minggu ini, Bunda pergi ke gereja. Gerejanya tak jauh dari komplek apartemen tempat kami tinggal, hanya sepuluh menit jalan kaki. Selama dua jam setiap rabu, dari jam 6.30 sampai 8.30 sore, Bunda punya kegiatan di gereja itu. Eit, jangan heboh dulu, Bunda masih seperti dulu: berjilbab, menamatkan satu juz Al-Qur’an setiap minggu bersama dengan temannya di group WA, tak pernah bolong shalat, rajin Dhuha pula. Bunda masih seperti ia yang dulu saya kenal. Lantas buat apa Bunda ke Gereja? Apa dia sudah beralih agama? Tidak! * Sejak Bunda datang di Los Angeles hampir 7 bulan lalu, saya mencari…