LA Notes

Urusan dengan Bank di Amerika

Saya baru sebulan di Los Angeles dan tentunya harus pergi ke sana-sini, urus ini-itu untuk segera hidup nyaman. Perkuliahan sudah mulai sejak sebulan lalu dan ini hari ke 35 saya di LA. Alhamdulillah sudah hidup dengan ritme normal, sudah punya rutinitas. Tapi rasa kesal dengan bank masih terisisa sejak sebulan lalu. Dan baru tadi saya merasa bodoh, tertipu dan kesal luar biasa dengan bank lagi. Tentu ini bukan salah mereka, ini salah saya tidak mencari informasi detail. Tapi untuk siapapun anda yang baru datang dan butuh sesuatu dengan cepat, mencari detail suatu hal bukan sebuah pilihan.

Sebulan lalu ketika saya hendak pindah dari tempat tinggal sementara ke tempat tinggal yang sekarang di Santa Monica, saya harus membayar uang sewa kamar dan uang deposit kurang lebih 2000 dollar ke yang punya rumah. Yang punya rumah seorang kakek tua dari generasi ayah saya, berumur hampir 70an sepertinya. Dan meski telah negosiasi dan meminta ke dia dua kali, dia tetap ngotot untuk pembayaran harus pakai cek, tidak mau transfer online. Dia beralasan, dengan cek ada bukti otentik. Padahal jika transfer antar bank secara online juga bukannya akan ada bukti pembayaran otentik? Tapi sudahlah. Akhirnya saya nurut sama si Kakek–tentu karena saya sedang butuh tempat tinggal!!

Saya pergi ke bank untuk meminta apa yang mereka sebut cashier check. Dengan muka polos tanpa berdosa saya menghampiri teller bank dan bilang butuh cashier check. Dengan senyum lebar pelayan di teller, seorang perempuan paruh baya, kemudian bilang: ‘Tentu saja. Harganya 10 dollar untuk satu cashier check’. Saya menelan ludah sebelum bertanya lagi pada dia meyakinkan bahwa saya harus bayar 10 dolar. ‘Yes, it cost 10 dollar for each cashier check’. Mahal sekalai, pikir saya waktu itu. Tapi karena butuh, sambil menelan ludah lagi dan sedikit senyum terpaksa, saya menyetujuinya. Setelah saya mendapatkan check itu saya bertanya iseng ke ibu setengah baya di teller itu: ‘Kenapa mahal sekali ya untuk mendapatkan selembar check ini. Uang saya yang saya ambil.’ ‘Iya mahal,’ katanya ‘mungkin karena servis’. Hmmm….tidak ada makan siang gratis di Amerika. Benar-benar tak ada. Makan siang dengan murah juga tak ada.

Peristiwa mengesalkan itu menggelayut terus hingga kini. Kekesalan itu muncul lagi ketika saya tahu setiap ada pengiriman uang dari Indonesia, dari LPDP yang mengirimkan uang beasiswa, uang saya dipotong 16 dollar untuk biaya transfer. Sayangnya, LPDP selalu mengirim apa-apa terpisah meski pada hari yang sama. Alasannya, pengiriman harus sesuai dengan permintaan yang diajukan. Dalam sehari pernah uang di rekening kurus saya–bukan rekening gendut–diambil oleh bank sampai 36 dollar untuk biaya transfer. Haduh Maa….

Kekesalan ketiga terjadi baru saja. Setelah ngobrol sama di Kakek yang punya rumah, si Kakek tetap kukuh minta pembayaran pakai cek. Dan akhirnya aku lihat sebentar di aplikasi bank di hp ternyata ada fitur pesan cek. Saya klik dan saya ikuti prosesnya. Dan, lagi-lagi saya harus bayar 30 dollar untuk pesan segepok cek. Si Kakek padahal bilang biasanya bisa gratis dapat buku cek dari bank itu. Ternyata si Gratis mungkin sudah pergi ke Hongkong dan karena itu saya harus bayar! Bayangkan, untuk pesan segepok cek itu, bank saya memungut 8 dollar untuk biaya pengiriman. Durjana pemetik bunga!!! Aku pikir ini keterlaluan. Segepok kertas 8 dolar hanya untuk ongkos kirimnya. Padahal di Amazon, kita bisa pesan kasur atau lemari dan diantar gratis ke depan pintu rumah.

Lebih sakit hati lagi karena setelah saya pesan lewat bank yang harganya 30 dollar itu, seorang kawan memberi tahu bahwa kita bisa pesan buku cek dari situs mana saja dan biasanya lebih murah. Sialan! Saya cek di Walmart, untuk 200 lembar cek hanya 7 dollar dan gratis biaya kirim. Di situs lain juga harganya sama, sekitar 7 sampai 12 dollar. Saya kesal sekali. Merasa tolol dan dibodohi oleh institusi bernama bank yang kerjanya mencari celah bagaimana dia dapat untung dari apa yang mereka sebut ‘biaya pelayanan’.

Jadi buat anda yang mau merantau ke negeri Abang Sam ini, semoga baca blog saya dan tidak jadi bodoh seperti saya. Untuk cek, jangan sekali-kali pesan dari bank. Mereka hanya akan menguras duit kamu. Bisa di tempat online lain. Di tanya saja sama Google, pasti tahu.

Btw, saya pakai BoFa. Semoga anda mendapatkan pejaran dari kebodohan saya. Dan untuk pesan cek, anda bisa lihat di sini perbandingannya di sini 

Salam dari Santa Monica

Leave a Reply

%d bloggers like this: