-
Me-rumah di Los Angeles
Rumah buat saya, juga buat setiap orang, adalah kenyamanan. Di mana saya merasa nyaman, disitulah rumah saya. Tidak mesti saya memiliki tempat fisik berupa bangunan yang disebut rumah. Dalam bahasa Inggris ada dua kata yang diterjemahkan sama ke dalam bahasa Indonesia. House adalah rumah fisik, sementara home berbentuk perasaan: kenyamaan. Dan untuk menunjuk di mana rumah saya, kadang saya merasa bingung. Sekarang saya dan keluarga tinggal di Los Angeles. Menempati sebuah apartemen yang lumayan mewah, lengkap dengan fasilitasnya. Tapi sampai sekarang belum merasa itu sebagai rumah kami. Apa yang berharga dari sebuah rumah adalah keseluruhan hal-hal yang berkaitan dengan tempat kita tinggal. Teman, tetangga, masjid dekat rumah,…
-
Bertemu Mali
Rambutnya menjuntai, mukanya lucu dan menggemaskan. Badannya semampai. Kalau berlari, rambutnya terbawa angin ke belakang membentuk gelombak seperti ombak. Dia cantik dan menawan. Kami mulai jatuh cinta. Dua anak saya tak henti-henti berceritra betapa lucu dan cantiknya Mali. Yarra, anak saya yang kecil, berkali-kali menagih janji kapan bertemu lagi dan bermain dengan si cantik Mali. Ini pertemuan pertama kami dengan Mali. Pada satu jam pertama, kedua anak saya dihinggapi perasaan serba salah: ingin bermain dan menyentuhnya karena lucu, tapi takut dan khawatir. Ada terlalu banyak beban dibenaknya. Mali yang sangat baik dan lucu itu masuk ke rumah kami. Kedua anak saya mulai serba salah. Amartya dan Yarra…


