Trotoar impian

Rindang pepohonan membuat terik matahari siang itu tak terasa. Sejuk dengan angin sepoi-sepoi. Saya bergegas menuju gerbang University Village (Kampung Universitas), komplek perumahan kampus UCLA yang sangat nyaman tempat saya dua tahun ini tinggal. Setiap hari saya melalu jalan ini. Dan setiap hari juga saya menikmati indahnya rimbun pepohonon, bunga mekar dalam semburat sinar mentari dan tupai-tupai yang loncat lincah di dahan pepohonan.

Trotoar ini persis di samping apartemen tempat saya tinggal. Jalannya dibuat lurus seperi penggaris, membentang sepanjang jalan Sepulveda. Setiap pagi para mahasiswa bergegas atau berlalu dengan tergesa mengejar bus ke arah kampus. Setiap sore banyak mahasiswa berolah raga lari.

Kebetulan siang itu saya kembali ke apartemen dari kampus lebih awal karena harus mengerjakan sesuatu di rumah. Kampus juga masih sepi karena masih liburan. Setelah mengisi ulang kartu untuk mencuci baju di kampus saya putuskan langsung pulang. Begitu turun di halte bus, siang yang terik menyambut saya. Tapi begitu memasuki jalur pejalan kaki ini, saya langsung merasa damai: jalan yang lurus dan rimbun dengan bunga-bunga.

Saya bermimpi suatu saat semua trotoar di negeri saya seperti ini.

Indonesian Food in LA

Well, Indonesian food, as a matter of fact, is less known to the culinary lovers. It is unlike Japanese, Korean, even Thai food where you may see it in every corner of Los Angeles. But, this definitely not because it is less tastier or less delicious. Remember, long time ago during colonization, Europeans were looking for an archipelago where all the spices came from. The islands were in the East Indies which later became Indonesia. Indonesian foods are colorful in its taste because of the spices they used. But that also probably the reason why they are hardly found here: the ingredients are too difficult to find and too special.

However, if you want to taste Indonesian food, there are several Indonesian restaurants around LA. They are not as authentic as the real Indonesian food in its origin, but not bad either. These restaurants have interpreted the food to make it more sensible and fit with the western appetite.  They also provide the food within the limit of the rarity of authentic ingredients.

Simpang Asia, I would say, is the best Indonesian restaurant so far. It is at the National Blvd, not too far from UCLA Campus. If my friend ask me a recommendation of Indonesian culinary, I will first recommend them Simpang Asia (means ‘The Intersection of Asia). At Simpang you can also find basic Indonesian spices and groceries.

If you live near UCLA Campus or around Westwood, there is another restaurant called Ramayani. This is the second in the list according to my taste judgement. While at Simpang you can just point to the menu and you will have a relatively good food, at Ramayani I would suggest you to avoid Gado-gado, which is one of the most famous Indonesian Street food. Simpang has much tastier Gado-Gado.

A new restaurant around Palms Blvd and Motor Ave, not far from Simpang Asia, called Mr. Sate opened last year. I never go there. But according to several friends who went there, Mr. Sate signature food is obviously sate. Sate is another special meet barbecue commonly found everywhere in Indonesia. It made of chicken, lamb or beef, mix with sweet soy bean sauces or peanut sauces. For sure you can also find other list of food on the menu.

What to choose? Well, if you want me to recommend you something, for the beginner I would suggest Gado-gado, Mpek-Mpek and Nasi Padang or Nasi Rames if you are going to go to Simpang. Choose Mpek-mpek is for the appetizer.  It is a fried fish cake with a special hot sweet sauce made of ebi (dried shrimp). Originally from Palembang of South Sumatra, Mpek-Mpek is now a common street food in Indonesia. Simpang’s Mpek-mpek is delicious, even my kids love it so much. He picks only that menu if we go there.  Make sure to ask the low level of spicy sauce if you do not like a spicy sauce. They quite hot!

Gado-Gado is the main menu, so the Nasi Padang and Nasi Rames. Gado-Gado is basically an Indonesian salad made of every vegetable available in the kitchen. It mixed with tempeh (fermented soy bean), tofu, and the cracker on the top of that. Simpang uses different set of vegetable simply because the original vegetables that are normally use in Gado-Gado are unavailable here. But the overall taste is still very good.

Nasi Padang’s speciality is because of the Rendang. CNN voted it in 2011 as the most delicious food in the world. But I would like to warn you that non of Indonesian restaurant here in LA provide an authentic Rendang. To make an authentic Rendang you need special ingredients like numeric leave, galangal and many others–even I do not know it. Also, to cook Rendang properly, it normally takes up to 8 hours! Yes, Rendang is a slowly cooked beef with special-magical ingredient and caramelized coconut milk, originally from the West Sumatra (Padang). Indonesian restaurant here, I suspect, use instant Rendang paste.

Other menu that you can try: Soto Ayam (Chicken Soto), Gulai Kambing (Lamb curry-like dish) and Sate. Also don’t forget the special famous Mi Goreng (fried noodle) and Nasi Goreng (fried rice) if they have it on their menu.

Now, grab your car and go. Enjoy it!

Serba-Serbi Hidup Di Los Angeles

Kali ini saya tidak akan menulis essay seperti biasanya. Saya kali ini mau menuliskan saja list pengalaman yang saya rasa pasti bermanfaat bagi siapa saja yang akan hidup di Los Angeles. Semacam how to do list. Ketika saya akan ke LA, saya mencari informasi beberapa hal ini di internet tapi tidak menemukannya. Tentu ada juga yang menulis dalam bahasa Inggris. Tapi dalam bahasa Indonesia belum banyak yang mencatatkannya.

1. Apartemen
Jika anda mahasiswa dan berkeluarga, seperti saya sekarang di UCLA, pilihan paling baik adalah tinggal di apartemen kampus. Kampus memiliki ribuan apartmen yang tersebar di sudu-sudut Los Angeles. Yang paling bagus adalah di Sepulveda dan Sawtelle. Apartemen dua kamar dengan satu kamar mandi, dengan semua fasilitasnya (internet, air, gas) hanya 1500 dollar. Apartemen serupa di kawasan ini harga sewanya sekitar 3000 dolar.

Apartemennya sangat mewah bahkan untuk ukuran Los Angeles. Untuk anak sangat nyaman. Ada 5 playground dan sebuah kolam renang. Sekolah tinggal menyebrang jalan.

Tapi untuk tinggal di sini anda harus antri lumayan lama. Saran saya, jika akan sekolah di UCLA, begitu mendapatkan informasi mengenai perumahan, segera daftar saja. Ketika anda datang, sambil menunggu tinggal di apartmene kampus, sebaiknya anda tinggal di sublet yang bisa ditemukan di Craiglist untuk beberapa bulan. Jangan khawatir. Aplikasi anda pasti diterima, hanya soal waktu. Kalau mau lebih diperhatikan, sesekali datang ke kantor bagian Perumahan untuk bicara langsung dengan staf. Email dan telpon tidak cukup.

Untuk mencari penginapan sementara beberapa hari pertama anda bisa mencari kawan Indonesia yang mungkin bisa ditumpangi. Jangan mencasi penginapan sementara dari Criaglist dari Indonesia. Banyak yang tertipu. Ketika anda mendarat dan tinggal di kosan kawan untuk sementara itu, kerahkan semua energi dalam minggu pertama untuk menemukan apartmen untuk tinggal beberapa bulan sampai aplikasi anda disetujui kampus untuk tinggal di apartemen UCLA. Jika anda melihat tempat yang cocok dengan uang dan lokasi dari Craiglist, anda wajib melihat langsung kondisi unti yang ingin anda tinggali. Biasanya, untuk sublet, anda akan tinggal disebuah kamar di rumah orang atau di sebuah apartemen yang memang disewakan beberapa kamar. Harganya sublet berbeda-beda, tetapi kisarannya adalah $800-1500 (tergantung kemewahan dan fasilitas).

Daerah Culver city bisa jadi pilihan. Itu adalah daerah paling competitive dari segi harga. Kalau tinggal di kawasan Westwood (di depan Kampus UCLA), harganya pasti selangit. Saya tinggal selama 4 bulan di Santa Monica, tinggal di satu kamar dengan harga $1000 perbulan.

2. Isi Apartemen
Ketika tinggal sementara di sublet itu, biasanya anda akan mempunyai fasilitas dapur bersama. Belilah sesedikit mungkin alat dapur ketika anda tinggal di sublet. Syukur kalau tidak perlu beli alat apapun karena sudah tersedia. Tapi biasanya anda tetap harus membeli rice cooker. Kita rice-eating people, susah kalau tidak makan nasi! Ingat anda akan tinggal di sublet sementara saja, bukan? Kalau terlalu banyak beli ini-itu nanti repot pas pindahan

Ketika anda pindah ke apartemen kampus, ada tips yang wajib anda ikuti: segera ikut group apartemen di Facebook. Nama Groupnya University Apartements South Residents Association (UASRA). Kenapa penting ikut group ini? Karena untuk mengisi semua kebutuhan rumah anda bisa membelinya di sana. Tiap hari ada mahasiswa yang selesai studinya dan harus pulang kampung. Di Amerika, ketika sewa rumah adan selesai, isi rumah harus dikosongkan. Untuk mengosongkan isi rumah itu, anda punya dua pilihan: menyewa movers dan membuangnya ke pembuangan (harganya mahal sekali), atau menjualnya dengan harga sangat murah ke mahasiswa baru yang akan masuk di komplek apartemen itu. Biasanya semua isi rumah di obral tiap hari melalui Facebook.

Sebagian yang lain tentu harus beli baru seperti bantal, sarung bantal, selimut seprei dan lain-lain. Anda tidak perlu khawatir. Tiga menit jalan kaki dari kampus ada super market namanya Ross. Anda beli semua kebutuhan itu di sana. Murah meriah! Sebagian saya beli juga di Amazon. Amazon akan mengirim semua barang yang ada beli sampai depan rumah. Karena itu, untuk yang berat-berat, lebih baik beli di Amazon

3. Groceries
Mahasiswa harus mengirit, bukan? Uang beasiswa pas-pasan. Karena itu pintar-pintar berhemat. Yang paling penting, selama anda sekolah, usahakan masak sendiri. Jika anda makan burger di luar, sebagai contoh, sekali makan anda harus membayar 12-15 dolar. Padahal, jika anda pergi ke super market dan membeli bahan burger, dengan $10 dolar anda bisa membeli bahan burger untuk seminggu. Di sini yang mahal bukan bahan kebutuhan. Tenaga untuk memasaknya yang mahal. Karena itu penting mengetahui dimana anda bisa membeli bahan kebutuhan sehari-hari.

Saya selalu pergi ke dua swalayan yang menurut saya paling murah dengan kualitas lumayan. Pertama Ralph. Di sana anda bisa membeli semua yang anda butuhkan. Yang juga sering saya kunjungi adalah 99C (99 Cent). Yang bagus dan besar ada di Pico Blvd, di Santa Monica. Semua barang dijual dengan harga sama: 1 dollar. Sayuran dan buah, makanan ringan seperti kentang, alat dapur, kantong sampah dan lain-lain bisa dibeli di 99C. Dijamin kaget dengan harganya. Uang $50 bisa mengisi isi dapur untuk hidup dua minggu. Tentu ada beberapa hal yang kualitasnya tidak sebagus beli di Ralph. Ah, tapi buat mahasiswa kaya saya, kualitas tidak penting. Toh mereka juga telah memenuhi standar dasar kualitas.

Sebaiknya hindari belanja di Whole Food. Mahalnya gila-gilaan. Mereka hanya akan mengeruk uang kita. Memang kualitasnya bagus-bagus. Tapi terlalu mahal, menurut saya. Kalau mau yang serba lokal, sesekali bisa datang ke Trader Joe’s. Harganya lebih mahal dari Ralph tetapi tentu saja dengan kualitas yang mungkin lebih baik (meski sebenarnya tidak mesti juga). Kalau may tempe organik dan murah ada di Trader Joe’s dengan harga 2 dolar. Sebagai tambahan, anda juga bisa belanja di Vons. Tips ketika belanja: lebih baik beli sekalian banyak karena hitungannya harganya lebih murah. Tisu, misalnya, lebih baik yang besar sekalian.

4. Transportasi
Jangan kaget dan kecewa dengan transportasi publik di LA. Buruk sekali. Buruk! Ya tapi bagaimana, anda harus terima kenyataan karena sudah tinggal di sini bukan? Untuk mahasiswa, untungnya semua bus dan kereta memberikan diskon. Hanya bayar setengah. Untuk mahasiswa juga tersedia kartu “tap” dengan vocher yang harus diisi setiap empat bulan, dengan harga $33. Dengan harga segitu anda akan free naik bus tertentu selama 4 bulan. Jika tidak, setiap naik bus anda harus menggesek kartu mahasiswa anda dan bayar $0.50 ke mesin karcis di dekat supir. Di sini mesin karcis tak akan memberi kembalian. Jadi harus selalu bawa uang pas. Kalau tidak anda kehilangan uang anda. Atau, bisa juga membeli kartu “tap” di Ralph untuk anda isi sebagai ganti uang tunai (mirip e-money di Indonesia).

Kalau mau membeli mobil sendiri juga ok. Terlebih jika punya keluarga. Tetapi sebelum membeli harus memikirkan: uang asuransi mobil bulanan, uang parkir, buat sim LA dan apakah anda benar-benar butuh. Sekarang ada Uber dan Lyft. Jadi jika sesekali mau pergi dengan keluarga bisa pakai Uber atau Lyft.

Jika berniat membeli mobil, disini cukup murah. Bisa mencari di www.craiglist.com atau dari kawan. Ada hukum adat perihal membeli mobil bekas yang harus diperhatikan. Jika sudah transaksi, pembeli harus membayar pajak pembelian ke DMV (kantor urusan transportasi). Biasanya penjual akan menaruh harga berbeda dengan harga asli. Misalnya kita beli mobil seharga 3000 dolar, si penjual biasanya menuliskan harga hanya 100 dollar di kertas form penjualan dan tranfer nama. Jadi pembeli hanya akan bayar pajak 10 dolar untuk pembelian itu. Untuk itu harus disepakati oleh baik penjual dan pembeli.

Saya bodoh. Saya baru tahu kebiasaan itu sehari setelah saya membayar 123 dolar untuk mobil bekas saya. Saya beli mobil seharga 1500, saya tulis di formulir 1000. Jadilah harus bayar 123 dolar! Sehari setelah itu saya sakit hati dan ditertawakan oleh kawan. Kawan saya lantas bilang kebiasaan di sini hampir semua mobil bekas, on paper ditulis harganya cuma 100 agar pajaknya murah. Yang seperti ini tak ada ilmunya. Hanya tahu kalau diberitahu atau berbuat bodoh seperti saya 🙂

5. Bank
Pasti anda harus buat rekening. Ada Credit Union milik kampus yang bisa jadi pilihan. CU ini lebih ramah dari segi adminstrasi untuk mahasiswa. Juga tidak banyak potongan. Saya kemarin tidak tahu. Karena itu saya buat rekening di Bank of Amerika. Konon bank terbesar. Tetapis saya banyak kurang puas. Setiap ada kiriman masuk dari Indonesia, mereka akan memotong $16.

Di LA, anda wajib punya cek. Cek dipakai untuk bayar banyak hal, terutama bayar uang kontrakan ketika anda tinggal di sublet. Untuk buat cek, anda sebenarnya bisa buat secara online dari banyak penyedia jasa. Yang paling murah dari Walmart. Kalau anda buat dari Bank of Amerika, anda harus bayar $30an, padahal di Walmart hanya $8.

6. Asuransi

Kalau anda mahasiswa dengan beasiswa, biasanya asuransi pasti sudah ditanggung. Tapi jika harus membawa keluarga, anda harus membayar sendiri asuransi untuk keluarga. Dan di Amerika, Asuransi itu mahal luar biasa. Tidak seperti ketika kami tinggal di Melbourne atau Belanda yang lebih terhangkau. Untuk mensiasatinya, anda harus mendaftarkan anak ke asuransi pemerintah Amerika. Tiap negara bagian beda kebijakannya. Di California ada program namanya Medi-Cal dan LA Cover, semacam BPJS. Ini program Obamacare yang terkenal itu. Saya baru kemarin daftar dan untuk anak sampai usia 18 tahun dapat full cover secara cuma-cuma. Untuk Istri saya hanya mendapatkan paket emergency cover saja dan untuk yang lain tidak ditanggung. Alasan mereka karena kami bukan warga negara Amerika dan bukan anak-anak. Tapi ketika anak-anak asuransinya sudah ditanggung penuh saja sudah alhamdulillah.

Untuk daftar cukup mudah. Datang saja ke kantor Departement Public Social Services terdekat. Di sekitar UCLA ada di 1110 West Pico. Datang ke sana bawa passport dan dokume lain yang standar. Tapi kemarin saya hanya diminta passport saja. Untuk lebih lanjut bisa cek di sini

Nanti listnya akan saya tambah lagi jika menemukan hal-hal lain yang mungkin bermanfaat buat anda.