-
Menulis apa yang kamu sukai atau apa yang mereka sukai?
Apakah saya harus menulis apa yang saya sukai atau yang kira-kira akan disukai oleh pembaca, atau pasar? Sejatinya tidak perlu ada pertentangan. Idealnya apa yang ingin kita tulis, tema yang kita suka untuk jelajahi dengan aksara, juga diterima dan disukai oleh pembaca. Tapi dalam kenyataannya, kadang antara keinginan pengarang dengan keinginan pembaca, atau pasar pembaca berbeda. Apa akibatnya? Kalau nulis buku, bukunya tidak laku. Kalau menulis cerita, hanya sedikit saja yang suka. Belakangan saya baru terhenyak dengan pertanyaan ini. Telat. Saya telat sadar untuk urusan ini. Selama ini saya berpegang pada prinsip: tuliskanlah apa yang ingin kamu tulis, tanpa terlalu peduali dengan kerangkeng pembaca. Tapi bayangkan: ada…
-
Nirmala Si Bintang Kejora
I Ketika Hanin baru saja tiba di hotelnya, ia dikejutkan oleh selembar amplop yang tersimpang di atas bantal. Sepertinya amplop itu segaja disimpan di sana agar ia bisa segera membacanya. Dengan penuh penasaran, ia segera mengambil amplop berwarna putih itu dan segera merobeknya. Selembar kertas bergaris dengan tulisan tangan yang ia kenali dibacanya dengan seksama. Alisnya berkerut dan pikirannya segera berkelana jauh. “Jika tidak segera membawanya ke luar, mungkin kita akan kehilangan semuanya. Segera pergi ke Lanau dan temui aku disana. Aku akan bertemu Datuk Amat. Kau susul aku dan bersiaplah dengan segala kemungkinan. Hanya Datuk Amat yang mungkin bisa menolong kita.” Rasa lelah perjalanan seharian harus…




