-
Cerita dari Dhaka
Awalnya sedikit malas untuk pergi saat itu. Saya sudah mulai bosan bepergian jauh, meninggalkan keluarga, terutama anak-anak yang sedang masa emasnya. Tapi untuk sebuah tugas kadang kita harus berkompromi dengan diri kita dan keluarga. Dan akhirnya sebagaimana biasa saya menyiapkan koper beserta pakaian untuk satu minggu di dalamnya. Entah kenapa saya memilih koper ukuran sedang, bukan koper ukuran kecil yang biasa saya pakai untuk bepergian selama satu minggu. Mungkin karena malas ganti koper saja. Jika tidak sepenuh hati mengerjakan sesuatu, selalu ada saja yang tidak beres. Malam itu saya tidur sedikit larut meski saya tahu saya harus bangun pagi mengejar tiba di Bandar udara jam 3 pagi…
-
Islam dan Urusan Kemanusiaan: karya pembuka di awal tahun
Bayangkan, kalau sebuah kota sebesar Aceh tiba-tiba lumpuh karena bencana, diterjang tsunami terbesar dalam sejarah umat manusia, setidaknya dalam 500 tahun terakhir. Ratusan ribu orang meninggal dunia, jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal, pekerjaan dan lain-lain. Bayangkan juga, kota sedamai Homs atau Aleppo, atau kota indah di pantai selatan Filipinna, Zamboangga, tiba-tiba porak-poranda karena konflik bersenjata. Ratusan ribu orang meninggal, jutaan orang mengungsi dan kehilangan tempat tinggal. Juga, yang terpenting, mereka kehilangan tempat aman untuk hidup. Bayangkan, dalam kondisi seperti itu apa yang biasa anda, kawan anda, keluarga anda, atau manusia lainnya lakukan? Naluri manusiawi anda, juga saya, pasti akan dengan sendirinya menggerakan kita untuk membantu, dengan cara…




