• Catatan Harian

    Elegi Mesin Fotokopi di NKRI

    “Kenapa lama sekali, Bun?” Tanya saya pada istri penuh penasaran. Saya sudah menunggu lebih satu jam. Badan lemas dan pusing sekali. Terasa masih menggigil. Saat itu saya sedang mengurus tranfer rumah sakit, mencari yang lebih nyaman. “Masih mencari mesin foto kopi. Ini sudah malam. Tukang fotokopi yang dekat rumah sakit ini sudah tutup. Jadi Cecep cari di tempat lain.” Istri saya menjawab setelah tadi sebentar menelpon adiknya yang sedang mengurus dokumen untuk difotokopi. Gara-gara fotokopian dokumen itu, penderitaan saya malam itu lebih panjang. Baru jam 12 tengah malam saya bisa kembali berbaring di ranjang rumah sakit yang baru. Padahal mengurus kepindahan sejak jam 6 sore. *** “Bapak tolong ini difotokopi…

  • Catatan Harian

    Kembali Karena Teka-Teki Tak Bertepi (Bagian 2)

    “Zen, kenapa tidak mencoba mendaftar program TA, atau Teaching Assistant?” Tanya seorang kawan. Dalam banyak pengalaman kawan, jika beasiswa dari donor habis sebelum studi selesai, mahasiswa Ph.D bisa mendafar untuk menjadi TA dan kerena itu bisa terus studi dan bertahan di kampus tersebut. Beberapa kawan Fulbrighter berhasil menempuh model seperti ini. Mereka terus melanjutkan studi dengan bekerja sebagai TA. Dengan bekerja sebagai TA, kampus akan membayar uang kuliah (tuition) dan sekaligus memberikan uang makan bulanan, semacam gaji. Dengan begitu mereka bisa lanjut studi meski dengan beban fokus yang terbagi. “Law School di Amerika tidak memiliki anak mahasiswa S1. Sebagian besar mahasiswa PhD yang menjadi TA itu mengajar anak S1. Karena…