-
Islam dan Urusan Kemanusiaan: karya pembuka di awal tahun
Bayangkan, kalau sebuah kota sebesar Aceh tiba-tiba lumpuh karena bencana, diterjang tsunami terbesar dalam sejarah umat manusia, setidaknya dalam 500 tahun terakhir. Ratusan ribu orang meninggal dunia, jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal, pekerjaan dan lain-lain. Bayangkan juga, kota sedamai Homs atau Aleppo, atau kota indah di pantai selatan Filipinna, Zamboangga, tiba-tiba porak-poranda karena konflik bersenjata. Ratusan ribu orang meninggal, jutaan orang mengungsi dan kehilangan tempat tinggal. Juga, yang terpenting, mereka kehilangan tempat aman untuk hidup. Bayangkan, dalam kondisi seperti itu apa yang biasa anda, kawan anda, keluarga anda, atau manusia lainnya lakukan? Naluri manusiawi anda, juga saya, pasti akan dengan sendirinya menggerakan kita untuk membantu, dengan cara…
-
Rumah Kita (Extended)
Kau tahu, dulu kita mendapatkannya hampir tidak sengaja. Aku yang mendapatkannya. Tapi marilah dibilang saja mulai sekarang dengan “kita”, karena aku dan kau sudah bersama, dan akan terus bersama, selama ini. Bukankah kita pernah berikrar untuk lebur menjadi sebuah kesatuan baru dalam apa yang disebut rumah-tangga? Saat itu kita hampir menikah dan aku sebagai lelaki merasa bertanggungjawab mencari sebuah tempat untuk beranak-pinak. Tak lebihlah kita seperti sepasang burung pipit yang sibuk mondar-mandir di pohon mangga di depan rumah kita, menyiapkan sarang untuk bertelur. Dan ketika hari pernikahan sudah di ambang pintu, aku, maaf, kita, akhirnya mendapatkan sebuah rumah yang sangat sederhana. Itu sungguh sebuah kebetulan yang disiapkan…



