-
Sekolah lagi
Setelah hampir lima tahun hidup di Jakarta, memulai meniti karir dan menjalani kehidupan, saya tiba-tiba seminggu ini begitu gelisah. Senang bisa gelisah kembali karena selama ini mungkin hidup saya terlalu datar, atau terlalu sibuk dan terjebak dengan rutinitas. Saya gelisah ingin kembali ke bangku kuliah Terkesan aneh. Apalagi yang hendak dicari? Pekerjaan lumayan bagus: gaji lebih dari cukup, hampir setiap bulan jalan ke luar negeri untuk pekerjaan, beban pekerjaan tidak sampai membuat begadang setiap malam–bahkan masih sempat menulis untuk blog dari waktu senggang!
-
Menikah
Sebuah langkah besar saya ambil saat itu dengan penuh kebimbangan dan kegamangan. Bimbang karena saat itu saya merasa belum cukup matang, belum cukup kaya dan belum cukup percaya diri untuk berubah status. Sedikit gamang karena bagi siapaun yang akan menjalin hubungan abadi, pertanyaan apakah dia calon yang cocok selalu saja menghinggapi. Tapi langkah besar itu harus diambil: menikah. Ya, menikah diusia 28 tahun. Menikahi seoarang perempuan yang saya yakini akan jadi pasangan hidup terbaik abadi. Saat itu umurnya 23. Kami selisih sekitar 5 tahun. Kata orang itu usia yang pas. Saat itu saya sudah punya pekerjaan meski belum tetap. Saya saat itu hanya yakin bahwa saya punya…




