• Catatan Harian

    Jaga Jarak dan Tenggang Rasa di Masa Corona

    Badai pasti berlalu. Tapi pertanyaannya: seberapa parah badai itu menimpa kita. Juga seberapa lama. Para ahli masih kebingungan melihat pola penyerangan, model mutasi dan tentu saja cara penanganan virus ini. Jambu biji, kunyit, pisang, disebut-sebut bisa menangkal. Tapi percayalah bahwa itu semua belum diuji secara klinis. Baru sebatas pendapat ahli melalui modeling. Sampai saat ini jelas belum ada kesepakatan apa obatnya. Di Seattle, Amerika Serikat, baru diuji coba vaksinnya dua hari lalu. Tapi untuk sampai proses produksi masal, jika uji coba itu berhasil, membutuhkan waktu sampai setahun lebih. Obat dan upaya satu-satunya yang dianggap cukup efektif adalah pencegahan. Caranya bagaimana? Tes orang sebanyak-banyaknya. Tujuannya untuk mencegah orang yang terjangkiti virus…

  • Catatan Harian

    Indonesia, jangan main-main dengan Corona.

    Saya bukan siapa-siapa. Tapi tugas saya sebagai rakyat sekarang adalah berteriak sekencang-kencangnya agar didengar para pemangku kebijakan. Mari berteriak bersama: “Indonesia, jangan main-main dengan Corona!” Ulangi terus biar didengar. Biar kita semua wasapada Jangan anggap Corona ini tidak berbahaya karena tidak mematikan. Bayangkan, virus ini bisa menjangkiti orang seantero planet dalam waktu sekejap. Betapa ia sakti mandraguna. Mungkin benar tingkat kemampuan membunuh virus ini cukup rendah, antara 2-4% dari total orang terjangkiti. Tapi senjata utama Corona bukan di situ. Senjata utamanya adalah kelicikan menyebar diam-diam secara amat cepat. Coba bayangkan skenario ini: jika di sebuah kota yang terjangkiti berjumlah 10,000 orang. Sebagian besar, sekitar 80%, akan merasakan gejalan ringan seperti…