-
Becoming NU
“Setiap santri terlahir sebagai NU, panitia kampuslah yang menjadikannya HMI dan PMII.” Begitu unggahan status seorang kawan di halaman Facebooknya. Saya tahu, kawan yang satu ini hatinya NU sekali meski kakak kelas di kampusnya menjadikannya HMI, bukan PMII. Saya juga begitu. Dan karena polarisasi kehidupan kampus ini, ada banyak sekali santri NU tulen yang merasa canggung, sedikit malu-malu atau secara perlahan ‘dipaksa’ menyamarkan identitas Ke-NU-annya. Itu juga yang saya alami. Sebagai santri, pendidikan pertama yang saya enyam adalah pendidikan pesantren salaf di tempat kelahiran saya di Kuningan. Di desa Lengkong dan Karangtawang dulu berdiri banyak pesantren. Banyaknya pesantren yang berdiri di desa itu bukan tanpa alasan. Makam…
-
Membuat Rintisan.
Kang, bener lagi buat toko online? Beberapa kawan bertanya seperti tidak percaya. Baru lulus Ph.D kok buat toko online? Aneh. Tempo hari, setelah saya menyimpan catatan tentang pengalama masuk ke pasar saham, seorang senior dengan muka penasaran bertanya “Kang Zezen main saham, memang sempat?” Saya menjelaskan sebisanya kepada dia siang itu secara singkat. Saya adalah orang yang selalu penasaran dan ingin mencoba hal baru. Kalau saya ingin, saya akan berusaha keras mewujudkannya, at any cost! Dulu sepulang dari Australia saya dan istri mencoba peruntungan membuka toko kecil di Pasar Kita Pamulang. Keluarga istri saya yang awalnya mendorong karena mereka adalah keluarga saudagar. Tak ada salahnya, kata mereka,…



