-
Nirmala Si Bintang Kejora
I Ketika Hanin baru saja tiba di hotelnya, ia dikejutkan oleh selembar amplop yang tersimpang di atas bantal. Sepertinya amplop itu segaja disimpan di sana agar ia bisa segera membacanya. Dengan penuh penasaran, ia segera mengambil amplop berwarna putih itu dan segera merobeknya. Selembar kertas bergaris dengan tulisan tangan yang ia kenali dibacanya dengan seksama. Alisnya berkerut dan pikirannya segera berkelana jauh. “Jika tidak segera membawanya ke luar, mungkin kita akan kehilangan semuanya. Segera pergi ke Lanau dan temui aku disana. Aku akan bertemu Datuk Amat. Kau susul aku dan bersiaplah dengan segala kemungkinan. Hanya Datuk Amat yang mungkin bisa menolong kita.” Rasa lelah perjalanan seharian harus…
-
Rumah kita, Surga kita
Sebagaimana dulu pernah kita rencanakan dalam perjalanan menuju bioskop atau ketika kita mencicipi nasi goreng di pertigaan Polsek yang terkenal itu, akhirnya semuanya tercapai dengan perlahan, Sayang. Memang sedikit lambat. Ya, seharusnya aku menjelmakannya untukmu sekitar 5 tahun silam ketika kita baru saja menikah. Tapi kau akhirnya tahu, aku tak sehebat seperti kelihatannya. Aku jauh dari kata sempurna untuk membawa hal-hal remeh ini segera. Meski telat, kita patut bersyukur karena akhirnya hal-hal sederhana itu menjelma perlahan. Sebelum menikah kami punya cita-cita sederhana: rumah kecil yang nyaman, kendaraan yang layak dan sepasang anak yang lucu dan menggemaskan. Sebuah cita-cita umumnya orang berumah tangga dan itu bukan cita-cita luar…




