Malaikat tak masuk rumah yang punya anjing?

Oleh: Zezen Zaenal Mutaqin

Tulisan ini adalah serial dari tulisan sebelumnya tentang anjing yang bisa anda baca di tautan ini. Kali ini secara khusus saya akan menukilkan fatwa Prof. Khaled Abou El Fadl terkait hadits yang umum diketahui di kalangan Muslim yang mengatakan malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang ada anjingnya. Karena hadits ini, sebagian besar umat Islam tidak mau memelihara anjing di rumahnya. Atau, jikapun memelihara anjing, anjing diberi kandang di belakang rumah dan tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah. Sebenarnya bagaimana kita harus membaca dan menafsirkan hadits tersebut?

Sebagian besar narasi hadits tentang tidak akan masuknya malaikat ke rumah orang yang memilki anjing datang dari Abu Hurairah. Dalam banyak versi riwayat, hadits tersebut sebenarnya menyebutkan juga bahwa malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang ada anjing atau gambar di dalamnya. Secara umum, dalam khasanah Islam klasik, gambar selalu dilarang karena pada saat itu dikhawatirkan gambar bisa menjerumuskan pada ke musyrikan.

Dalam menafsirkan hadits tersebut, Prof. Khaled Abou El Fadl, ketika ia menjawab pertanyaan, dalam fatwanya ia memaparkan sebagai berikut: Continue reading “Malaikat tak masuk rumah yang punya anjing?”

Anjing dalam Islam

Oleh: Dr. Khaled Abou El Fadl

Wacana Islam tentang kodrat dan kegunaan anjing menunjukan serangkaian ketegangan terkait fungsi sejarah, mitologi, hal-ihwal pemikiran, serta pembaharuan dalam Islam. Nyatanya, debat terkait isu kenajisan anjing, kebolehan memiliki dan hidup bersama binatang ini adalah salah satu isu utama  yang menunjukan tantangan dan dinamika hubungan antara hukum keagamaan yang diwahyukan dan fungsi alamiyah mahluk hidup. Lebih lanjut, beberapa hal dalam perdebatan ini juga terkait dengan dinamika kuasa, patriarki dan, secara lebih luas, perilaku yang dibentuk secara sosial terhadap unsur-unsur yang dipinggirkan dalam masyarakat.

Mirip dengan apa yang terjadi dalam hikayat rakyat Eropa pertengahan, anjing hitam, dalam tradisi Islam, dilihat sebagai sesuatu yang membawa ancaman dan mara bahaya[1]. Menurut salah satu riwayat yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad, anjing hitam adalah penjelmaan keburukan, bahkan setan, dalam bentuk binatang.[2] Karena riwayat ini lebih mencerminkan bagian dari hikayat mitologis sebelum Islam, hal tersebut mempunyai pengaruh yang terbatas dalam hukum Islam. Sebagian besar ulama menganggap riwayat ini sebagai hadis paslu yang dinisbatkan kepada Nabi dan karena itu kebenarannya diragukan.

Continue reading “Anjing dalam Islam”