-
Naik Motor
Selepas kembali dari sekolah di luar negeri, saya sempat gengsi naik motor. Apalagi motor yang saya pakai motor Supra tahun 2006 yang saat itu sudah bisa dibilang tua. Motor berwarna coklat cerah itu sudah banyak berubah dari sejak saya beli dulu. Warnanya sudah pudar, ibarat kulit ia tak lagi kencang. Badannya penuh lecet terserempet tembok dan pernah sekali tersungkur. Kalau melewati jalan yang berlubang, motor itu mengeluarkan suara berdenyit seperti hendak rontok. Dan saya harus membawanya kemana-mana, setelah saya kembali dari sekolah di luar negeri dulu. Saya tak pernah mendengar langsung orang mencibir saya karena motor tua itu. Tapi saya tahu dari tatapan mata mereka, terujar ucapan…
-
Rimba Jalanan Jakarta
Hujan. Tiap hari. Bisa berjam-jam tanpa henti. Jalanan becek. Genangan air di mana-mana. Aku tahu, jika seperti ini jakarta akan berubah jadi neraka dalam seketika. Mobil bisa menyelamatkan kita dari basah kuyup, tapi tidak bisa menyelamatkan dari antrian panjang, macet berjam-jam. Motor bisa menyelamatkan kita dari antrian panjang, tapi dengan resiko basah kuyup. Serba salah. Jangankan hujan, tak ada hujan tak ada anginpun jalanan Jakarta sudah gila. Macet luar biasa. Sepuluh tahun lalu ketika aku baru tiba di kota ini, hanya pada jam-jam sibuk saja jalanan mampat. Lewat jam itu jalanan masih bisa sedikit nyaman di lalui. Sekarang tidak. Sama saja. Setiap detik adalah kemacetan yang menyesakan.…




