Kabar dari Lisa
Setahun kemudian setelah aku kembali ke Indonesia, Lia Gomez mengirimkan pesan mengejutkan kepadaku: ia telah kembali lagi ke Granada dan berencana menetap di kota itu. Tanpa sepengetahuanku–karena aku memang tidak perlu tahu–Lisa dan Ricardo diam-diam saling memendam rindu.
Lisa memutuskan keluar dari pekerjaannya di Santiago dan, atas bantuan Ricardo, mendapatkan pekerjaan sebagai pengajar di Universitas Granada. Kemudian keduanya memutuskan menikah.
“Ip, aku memutuskan kembali ke Granada. Tempat itu terlalu suci dan magis untuk kulupakan. Atas bantuan Ricardo aku mendapatkan pekerjaan di Universitas Granada. Ricardo, mungkin kau tak tahu, juga bekerja sebagai kurator di gedung Arsip Sejarah Granada, Archivo de Ciudad Historio La Granada.
Ip, kami telah menikah. Mohon maaf aku tak memberitahumu. Aku juga ingin seperti kau: berkeluarga dengan seorang yang kucintai. Dengan buah hati yang lucu. Tapi pernihakan kami lebih dari sekedar cinta satu sama lain. Kami cinta pada sejarah dan nilai-nilai agung yang pernah hidup di tanah ini beratus tahun silam. Nilai-nilai yang membuat setiap orang hidup berdampingan, menebar senyum penuh kedamaian. Aku menikah dan aku tetap seorang Kristiani sebagaimana kau kenal, sementara Ricardo tetaplah seorang Muslim yang taat, yang masih setia mengurus Mushala Granada di sela-sela kesibukannya.
Semoga kami bisa segera mengunjungimu. Ricardo juga ingin sekali kembali ke Indonesia untuk sekedar bernostalgia.”
Granada, Desember 2012
Kami yang berbahagia
Lisa dan Ricardo.

