• Inspirasi

    A Blessing in Disguise: Parmin Penjual Mi Ayam

    Kalau anda pernah tinggal di New York, Los Angeles, Leiden, Toronto, atau Melbourne, saat malam dingin dan sedikit lapar, yang terbayang adalah suara tukang skuteng yang lewat membawa aroma jahe hangat. Atau ketika kembali dari kampus dan berhenti di halte perempatan dekat apartemen, yang terbayang adalah tukang gorengan langganan di simpang Pesanggrahan dekat kampus UIN Ciputat. Untuk kita yang tinggal di Jakarta, telinga kita telah terlatih dengan aneka rupa suara dalam interval waktu, penanda jenis makanan tertentu. Pagi hari suara ‘teng-teng-teng’ adalah bubur ayam, lontong sayur atau ketoprak. Jam 8-9 pagi abang sayur berteriak memanggil ibu-ibu yang segera berhamburan atau membalas teriakan memanggil si Abang dari jauh. Tengah hari tukang…

  • Inspirasi

    Jumpa Muka

    Jumpa muka Jumpa pikiran dan jiwa Kita bangun dunia baru bahagia… Saya tidak akan melanjutkan syair lagu kesukaan saya ketika jaman dulu kuliah. Jika dilanjutkan syair itu akan menjadi ideologis. Itu lagu perjuangan organisasi saya ketika di Ciputat. Namun kali ini saya tidak akan bertutur perihal seluk-beluk masa kuliah dulu. Saya membatasi syair lagu sampai di situ karena, entah kenapa, syair lagu itu menggelora, menghentak di kepala saya sejak pagi. Begitu keluar dari ruangan 360 De Neve, angin yang sejuk menerpa wajah saya tiba-tiba menggemakan lagi itu. Terbayang dibenak saya tangan-tangan terkepal meski muka anak-anak mahasiswa itu tirus kurang gizi. Penuh gelora. Syair itu begitu penting dan menyentuh, juga menggelorakan…