• Catatan Harian

    Negeri Para Pekerja Keras

    Mungkin kita sinis melihat orang-orang yang ‘bekerja’ hanya dengan modal pluit itu. Mungkin kita kesal dengan Abang-abang di pertigaan yang hanya bermodal bendera dan meminta uang dari kita. Mungkin kita tidak suka dengan ‘Pak Ogah’ di pinggir jalan. Saya juga begitu melihat mereka, dahulu. Entah kenapa, cara pandang saya pada mereka kini berubah. Saya melihat mereka kini sebagai orang-orang yang tetap berjuang keras ditengah ketidakberdayaan mereka. Mereka adalah orang yang tidak ingin disebut pengangguran. Mereka tidak ingin disebut peminta-minta. Mereka menawarkan ‘jasa’, sekicil apapun bentuknya. Tukang parkir, Pak Ogah, tukang dagang keliling, tukang tambal ban, tukang pungut sampah, tukang rongsokan, adalah sosok-sosok yang mewakili kekerasan hidup sekaligus kekerasan semangat untuk…

  • Catatan Harian

    Selamat Jalan dan Berjuma Nek, Bah.

    Terakhir abah menelepon lewat sambungan video sekitar dua atau tiga hari sebelum jadwal penerbangan kami ke Indonesia. Abah sudah terlihat pucat meski masih bisa ngobrol ringan. Ia ingin lihat semua cucunya satu-persatu. Tak banyak kata-kata. Tatapannya menandakan ia bahagia melihat cucu-cucunya yang tinggal di benua berbeda. Abah terutama sangat ingin melihat Regyan, cucunya terbaru. Satu-satunya cucu yang belum digendongnya. Ketika menelpon itu saya belum mempunyai firasat Abah akan pergi begitu cepat meninggalkan kami selamanya. Abah orang sehat. Seingat saya, Abah tidak pernah sakit berat. Ia bahkan tidak pernah masuk rumah sakit. Waktu itu abah mengeluh sakit kepala, tidak bisa tidur dan selalu mual. Katanya sakit gulanya kambuh. Saya sudah khawatir…