-
Bertapa di Kampus Leiden
Sekali bermimpi, bersiap-siaplah untuk hal-hal mengejutkan. Kadang mimpi itu menjelma lebih cepat dari dugaan kita. Leiden adalah kampus impianku. Namanya pertama kali aku dengar dari Hafid, sang alumni yang dahulu ketika aku tsanawiyah datang ke sekolah dan bercerita tentang mimpi dan pengalamnnya. Alhamdulillah kini aku bisa hadir di sini, di kampus bersejarah sekaligus kampus tertua di Belanda. Kampus ini berdiri tahun 1575. Didirikan oleh Pangeran Willian van Orange, keluarga kerajaan pendiri Belanda, Raja Orange-Nassau. Masa perkuliahanku di kampus Universitas Utrecht sudah selesai. Sudah beberapa hari ini aku pindah ke kota Leiden. Kota ini tidak seramai Utrecht. Kota kecil yang asri namun sangat bersejarah. Seperti kota lain di…
-
“Tawaf” di “Lampu Merah” Amsterdam
Ketika kejadian mengerikan itu sedang hangat-hangatnya diberitakan oleh hampir semua media di Eropa, aku sedang dalam perjalanan dari Leiden ke Amsterdam. Mendung menggelayut di langit Belanda sejak 3 hari lalu. Sesekali hujan dan angin kencang menerpa. Aku duduk di lantai dua kereta cepat antar kota. Hujan yang mengguyur membuat kaca jendelanya dihiasi butiran air yang seperti bergelantungan dikaca sekuat tenaga melawan hembusan angin. Sepanjang jalan peternakan dan pertanian yang rapi terlihat tidak terlalu bahagia. Biasanya hijau ceria, kini mendung dan muram. Padang gandum dan perahu-perahu kecil di kanal yang terlewati juga menandakan kesedihan. Lebih 80 orang meninggal dunia. Aku tidak sabar ingin segera sampai Amsterdam untuk melihat…




