• Islam

    Agamamu di ruang hampa

    Selalu saja kau bilang: ini bid’ah, itu haram, ini menyerupai Nasrani dan itu menyerupai Yahudi. Tahun baru datang. Lantas kau bilang: itu haram, tak ada perayaan tahun baru dalam Islam. Niup terompet itu kaya Yahudi! Islam pakai kalender Hijri. Bagaiman kalau perayaan tahun beru di mesjid dzikir daripada pesta pora? Tetep, bid’ah! Apalagi aku mau buat-buat tradisi yang tidak ada contohnya dari Nabi! Tapi bukan itu saja yang kau haram-haramkan. Maulid Nabi, saat kami bergembira mendengarkan, mengingat dan memuji Nabi, kau juga bilang: bid’ah! Tak ada contohnya dari Nabi, begitu kau bilang. Yang bid’ah pasti tersesat, dan yang tersesat masuk neraka! Hormat bendera? “Bid’ah, dan haram. Tidak boleh hormat selain…

  • Islam

    Membaca Grotius lewat Taj al-Salatin dari Aceh*

    Oleh: Zezen Zaenal Mutaqin Belakangan ini Hugo Grotius telah dibaca ulang terkait peranannya sebagai ‘bapak hukum internasional’. Karya-karya yang ditulis oleh Peter Borsschberg, Martine van Ittersum dan Eric Wislon telah secara mendasar merubah anggapan lama yang mapan tetang Grotius sebagai peletak dasar, arsitek dan empu gagasan hukum antar bangsa atau hukum internasional. Dalam publikasi beberapa orang yang tadi disebutkan itu, Grotius digambarkan sebagai seorang yang cerdik tetapi sangat kompromis terutama terkait legitimasi kolonialisme Belanda pada masa itu. Dia semacam intelektual pro-rezim yang siap melakukan pesanan penguasa Republik Belanda untuk kepentingan kolonialisme—saat itu Belanda masih berbentuk Republik. Para penafsir ulang Grotius ini mengalihkan perhatian kajian dari buku De iure belli ac…