• Rumah adalah sebuah cita-cita

    Rumah adalah tempat kita membuat strategi untuk menaklukan dunia, menyemai cinta, merumuskan masa depan. Rumah adalah tempat kita bernaung dari bengisnya cuaca: derasnya hujan, kejamnya panas matahari, liciknya dingin, kasarnya angin. Rumah adalah benteng dari ketidakmenentuan dunia. Tapi pada mulanya, rumah adalah sebuah cita-cita. Ayah baru mempunyai rumah ketika saya sekolah dasar, kelas tiga. Sebelumnya, seingat saya, kami menempati rumah kerabat yang kosong tidak ditempati selama beberapa tahun. Setelah menikah, ayah pindah rumah beberapa kali karena ayah mencari tumpangan hidup gratis di kampung. Selama hidup berpindah-pindah itu, ayah mengumpulkan uang, menyisihkan sisa uang gajinya yang sudah sangat kecil. Ayah membangun rumah sedikit demi sedikit, sepenuhnya tergantung pada…