• Esai Pendek

    Rezeki

    Tiba-tiba saya teringat rezeki. Entah kenapa. Mungkin karena habis lebaran dan setiap orang berurusan dengan rezeki: ada yang membagikan sebagian rezekinya, ada yang mencari rezeki tambahan agar bisa mudik, ada yang mendapatkan rezeki nomplok karena menjadi penjual kolak dadakan, ada yang kehilangan rezeki karena rumahnya kemalingan. Rezeki biasanya identik dengan harta benda. Kalau orang disebut banyak rezeki biasanya orang itu punya banyak uang, rumahnya mewah, mobilnya ada beberapa. Tidak salah anggapan seperti itu, tetapi tidak juga sepenuhnya benar. Ada rezeki lain yang tidak pernah kita sadari, misalnya rezeki kesehatan. Ketika lebaran, entah kenapa, Istri saya ketika mangap mulutnya susah menutup kembali. Rezeki nikmat mengunyahnya tiba-tiba terenggut. Selama minggu kedua Ramadhan asam…

  • Esai Pendek

    MedSos dan Kebebalan Kita

    Bulan lalu saya mampir di toko buku langganan saya sejak kuliah di dekat komplek dosen UIN Jakarta yang sekarang sudah hampir rata dengan tanah. Pemilik toko itu masih orang yang sama dengan orang yang biasa menjaga toko itu 15 tahun lalu. Tapi toko itu sekarang sepi. Ketika saya masuk, hanya ada dua orang di dalam toko itu, sepertinya mahasiswa, yang sedang melihat-lihat buku. Saya basa-basi menanyakan kabar seperti biasa kepadanya. Sepertinya ia sedang tidak terlalu bahagia. Mukanya menyimpan banyak masalah. Matanya seperti tak menyimpan cahaya masa depan. Layu dan lusuh. Ketika saya menyodorkan beberapa buku untuk saya beli, dengan sigap ia mengambil plastik pembungkus buku dan mulai merapihkannya dengan gunting.…