Racun Online!

ImageSetidaknya dua minggu terakhir ini saya selalu saja merasa gelisah. Penyebabnya sederhana: saya merasa terlalu menyia-nyiakan waktu. Ada banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan.

Dunia memang sudah berubah. Saya  terlampau sibuk tidak mengerjakan apa-apa. Penyakitnya selalu saja dimulai dari berita di internet dan kicauan orang-orang di twitter. Juga Facebook. Tiga hal itu menjadi racun buat kehidupanku. Juga mungkin kehidupan anda.

Entah berapa lama kita menghabiskan waktu membaca berita yang itu-itu saja. Memelototi ocehan kawan-kawan kita di twitter. Atau memberi komentar pada foto genit seorang kawan. Jika waktu itu dipakai untuk jogging, pasti ratusan kilo kalori terbakar di perut yang semakin buncit ini.

Sempat sekitar sebulan lalu saya berkomitmen untuk memulai puasa media sosial, minimal sehari dalam seminggu. Susahnya setengah mati! Berita dan ocehan itu datang sendiri ke saku baju. Meraung-raung minta dilihat.

Jika para pemikir dan para intelektual kita, atau para pekerja kita, telampau sibuk dengan tidak mengerjakan apa-apa, saya khawatir bangsa ini akan kehilangan produktivitas dalam 10 tahun ke depan. Orang merasa hebat di dunia Twitter yang sangat singkat karena followernya banyak. Sibuk berceramah pada para pengikutnya dengan 140 karakter. Lupa pada tugas mulia mencerdaskan dan memajukan bangsa.

Pada dasarnya dunia Twitter dan dunia Facebook adalah dunia narsis. Orang ingin diakui, orang ingin diikuti. Itu dunia yang sepenuhnya penuh tipu-tipu. Racun.

Ya Allah, jauhkanlah aku dari godaan Twitter dan Facebook yang terkutuk!

2 Comments

Leave a Reply