-
happy family
-
Para Tamu Allah 2
Ini tamu yang lain. Mereka mengetuk pintu ketika aku sedang asik bermain dengan Amartya di kamar selepas Isa. jagoanku lagi beraksi: nungging-nungging, bolak-balik badan sambil bercericau. Ketukan pintu tak langsung terdengar. Kawan satu rumahku mengingatkan bahwa kita kedatangan tamu. Dengan baju seragam santai, bersarung dan kaus dalam oblong, aku melihat siapa yang datang dari lubang pintu. Kali ini yang datang juga dua orang. Namun mereka tidak berdasi atau berkemeja rapi. Juga bukan orang Tionghoa atau orang Timur Indonesia. Mereka jelas Melayu, atau orang Jawa. Dari lubang pintu selalu wajah orang yang ada di balik sana terlihat lebih besar. Seperti melihat pakai lup atau kaca pembesar. Dari lubang…





