-
Menjadi Culturalist bersama Legrand
Dia seorang profesor di Universitas Sorbonne, Perancis dan menjadi ketua jurusan Perbandingan Hukum di universitas tersebut. setahun sekali dia modar-mandir Paris-Melbourne untuk mengajar di fakultas Hukum Universitas Melbourne, tempatku belajar sekarang. Mata kuliah yang dia ajar di sini, tak ragu lagi, adalah Perbandingan Hukum. Mata kuliah ini, sejak awal ketika aku melihatnya di buku panduan mata kuliah hukum, menajadi mata kuliah yang aku nantikan. Bukan hanya karena dosennya yang bagus, tapi juga karena aku merasa punya latar belakang yang relatif mendukung untuk menjajal menjadi ahli dibidang hukum perbandingan. Aku lulus dari fakultas Syariah, UIN Jakarta, jurusan Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH). Tentu fokusku ketika belajar di UIN…
-
Note on Gus Dur
Ketika di pesantren Darussalam Ciamis, semasa SMA, saya seorang Gus Dur-ian sejati. Ada seorang kawan lain, Kholil namanya, yang juga seperti aku: menjadi fans berat Gus Dur. Posisi yang aku ambil untuk menjadi fans Gus Dur, saat di pesantren itu, kurang populer. Maklum, pesantrenku itu pesantren Persis/Muhammadiyah. Aku sering diledeki oleh kawan sebagai pengagum seorang yang Kiai plin-plan, Kiai pendukung Israel, Kiai nyeleneh karena mau ganti ucapan ‘assalamu’alaikum’ dengan selamat pagi, Kiai yang ‘menyamaratakan’ agama dan lain-lain. Pendirianku tidak goyah, aku tetap Gus Dur-ian hingga keluar pesantren. Aku tahul nama Gus Dur di pesantren sebelum aku masuk Darussalam, tepatnya di pesantren Darul Ulum, sebuah pesantren NU di…



