• Budaya

    Diantara Dua Himpitan Kegalauan

    Saya coba fokus kembali ke jurnal-jurnal dan laporan yang harus dibaca dan tidak memikirkan apa yang baru saja terjadi di NKRI. Tapi belum bisa. Masih galau dan ingin curhat. Kegalauan saya biasanya sembuh setelah saya menulis karena menulis buat saya adalah sebuah metode katarsis. Saya dihimpit kegalauan dari dua sisi: di negeri rantau tempat saya tinggal dan di rumah sendiri.  Sebagai mahasiswa yang baru datang di Amerika, saya datang pada saat kampanye untuk pemilihan Presiden Amerika Serikat sedang panas-panasnya. Hillary Clinton (Partai Demokrat) dan Donald Trump (Partai Republik) mengerahkan semua upaya untuk saling menjatuhkan dan mengalahkan. Ada satu cerita yang menarik untuk anda. Di Amerika, salah satu isu yang digelorakan…

  • Budaya

    Jadilah ‘Bangsa Penjiplak’

    Telepon genggam yang baru saya beli 2 bulan lalu selalu mengingatkan saya pada sebuah buku yang dulu saya baca ketika di Melbourne. Buku itu khatam dibaca pada hampir semua halamannya. Buku itu ditulis oleh seorang ahli ekonomi, Erich Reinert berjudul ‘How Rich Countries got Rich and Why Poor Country stay Poor’. Buku itu dibuat untuk kalangan umum, karena itu istilah-istilah ekonomi yang rumit dibahasakan menjadi sangat mudah difahami, termasuk oleh saya yang bukan mahasiswa jurusan ekonomi, juga bukan ekonom. Kenapa telepon genggam itu mengingatkan saya pada buku itu? HP yang saya pegang buatan Tiongkok. Mereknya, OnePlus, mungkin sebagian besar kawan-kawan tidak ada yang tahu. Istri saya juga membeli sebuah telepon…