• Jumpa Muka

    Jumpa muka Jumpa pikiran dan jiwa Kita bangun dunia baru bahagia… Saya tidak akan melanjutkan syair lagu kesukaan saya ketika jaman dulu kuliah. Jika dilanjutkan syair itu akan menjadi ideologis. Itu lagu perjuangan organisasi saya ketika di Ciputat. Namun kali ini saya tidak akan bertutur perihal seluk-beluk masa kuliah dulu. Saya membatasi syair lagu sampai di situ karena, entah kenapa, syair lagu itu menggelora, menghentak di kepala saya sejak pagi. Begitu keluar dari ruangan 360 De Neve, angin yang sejuk menerpa wajah saya tiba-tiba menggemakan lagi itu. Terbayang dibenak saya tangan-tangan terkepal meski muka anak-anak mahasiswa itu tirus kurang gizi. Penuh gelora. Syair itu begitu penting dan…