Bintang Di Atas Alhambra Bersinar Terang

Setelah menunggu sebulan, akhirnya Novel saya, Bintang Di Atas Alhambra, beredar di toko buku seperti Gramedia. Buatku ini adalah peristiwa penuh perasaan: senang tetapi juga sedikit khawatir. Ini debut pertama saya di dunia kepenulisan populer. Saya khawatir karya saya tidak mendapatkan apresiasi bagus di masyarakat. Senang. Tentu karena melahirkan karya ini seperti melahirkan anak spiritual. Prosesnya tanpa jeda sekitar satu tahun. Bahan mentahnya dikumpulkan sejak 3 tahun terakhir. Kelahirannya pantas disambut bahagia

Tentu saya juga puas dengan apa yang bisa dibaca dalam novel itu. Berkat pertolongan editor, bahasa lebih halus dan mengalir. Data sejarah yang disertakan juga saya rasa cukup kuat dan akurat karena hasil riset sambilan ketika saya di Melbourne dan Leiden. Ceritanya lumayan oke: berkisah tentang sebuah keluarga kecil berpetualangn kemudian tokoh utama harus berpisah dengan keluarganya untuk pergi ke Eropa bersama sahabatnya. Biasanya novel popular selalu saja berkisah 2 orang lajang dengan romansa menyertainya.

Meski begitu ada beberapa hal yang membuat saya tidak sepenuhnya puas. Ada bagian-bagian tertentu yang raib dari novel itu. Satu bab hilang total! Tapi saya sadar, itulah resiko masuk dunia penerbitan komersial: harus bernegosiasi dengan kepentingan pasar dan kepentingan penerbit.

Alhambra sengaja diambil menjadi judul karena mungkin bisa menjadi magnet bagi pembaca. Belum banyak orang yang tahu tentang Istana terindah itu. Istana penuh misteri di Granada yang merupakan istana peninggalan masa lalu kejayaan Islam. Tapi cerita dalam novel itu tidak dimulai dari sana, tetapi justru sebaliknya: Alhambra adalah puncak petualangan. Setengah novel itu berlatar Melbourne, Australia dan setengahnya berlatar Belanda dan Spanyol. Bagian Paris dan Jerman dan tempat lain di Eropa utara sengaja dipotong karena sudah ada novel yg berlatar daerah itu.

Bintang Di Atas Alhambra juga sedikit bercerita kehidupan di pondok tradisional (salaf) di Kuningan, Jawa Barat. Juga sedikit set back ke masa kecil tokoh utama di kampung halamannya. Cerita semasa kuliah di Ciputat hanya disinggung sedikit dengan harapan jika novel ini bagus, bagian itu bisa digarap menjadi cerita utuh sendiri

Bintang Di atas Alhambra sangat kuat dengan data sejarah dan renungan filsafat, tentu disamping ceritanya yang seru, kocak dan kadang haru. Karena tokoh utamanya adalah mahasiswa hukum, sejarah hukum juga serta merta menghiasi cerita. Bintang Di Atas Alhambra, insyaallah, bukan novel petualangan biasa. Ia adalah cerita tentang bagaimana setiap mimpi harus dimenangkan.

Setelah melahirkan karya ini, tinggalah saya menanti dan berharap. Terserah pada pembaca untuk menilai dan mengapresiasinya. Tugas saya hanya menulis. Dan setelah terbit, konon, pengarang lantas hyang.

Selamat berburu buku dan selamat membaca

20131224-074522.jpg

One Reply to “Bintang Di Atas Alhambra Bersinar Terang”

Leave a Reply