Puisi

Maafkan Aku Rindu

Maafkan tiba-tiba namamu, wajahmu dan keseluruhanmu menjadi magnet yang menempel kuat dalam lamunanku. Maafkan jika aku tak berdaya di hadapan rindu rasa. Maafkan atas perasaan yang menjadi badai secara tiba-tiba. Semoga esok tak ada lagi badai ini. Semoga lautan tenang kembali.

(my lovely town Kuningan, 14 Juli 2007)

Leave a Reply

%d bloggers like this: