Harapan

Ada kerlap-kerlip cahaya di bukit sana
Sedikit redup tapi terus menyala
Ayo kita daki hari-hari
Jengkal demi jengkal tapak kaki
Jangan kau lepas erat tangan dari tali
Pegang saja meski kadang kau tak kuasa
Pukul saja meski kau tak tega

Suasana hadir seperti air mengalir
Rindu rasa datang seperti petang yang niscaya
Sia-sia kita menolak kehadirannya.

Nanti ada sinar cerah di bukit sana.
Bukan cahaya redup bukan fatamorgana
Namun terang bulan dan api menyala.
Ayo kita ke sana!

Kuningan, Juli 2007

Leave a Reply