Spotify atau Apple Music?

3authorthumbnail

Anda senang mendengarkan musik? Saatnya berhenti membeli mp3 bajakan dari mal-mal atau Abang tukang CD pinggir jalan. Lebih baik membeli CD yang asli agar turut serta mensejahterakan para pegiat industri musik nasional. Tapi memang sekarang membeli CD lagu sedikit sulit karena toko CD besar seperti DiskTara sudah tutup. Beberapa toko yang lain juga mengalami nasib serupa. Penyebab mereka tutup sudah jelas: internet membuat orang mudah mengunduh lagu yang diinginkan, sebagian besar dengan cara illegal.

Sekarang para pegiat industri musik harus mengemis di KFC atau nyempil di rak Indomart untuk mendapatkan pelanggan.

Memang inustri musik juga sudah perlahan beralih ke jualan album online. Lagu-lagu di jual di Apple store atau di tempat lain. Setelah membeli, lagu langsung masuk di gawai kita.

Ada cara lain menikmati musik tanpa henti, dengan hampir 30 juta koleksi musik dari semua aliran. Dan legal pula. Caranya? Langganan Spotify atau Apple Music. Ada juga penyedia layanan serupa. Tapi dua layanan ini cukup populer.

Untuk Apple Music anda harus membayar 70 ribu per bulan untuk mendapat lagu sepuasnya. Pilihan-pilihan lagu itu bisa anda simpan di gawai. Harus selalu pakai produk Apple? Tidak. Anda tidak perlu khawatir karena aplikasi Apple Music kini tersedia juga di gawai Android atau di laptop. Semua musik yang anda pilih bisa dinikmati dari maksimal 5 gawai. Anda cukup pasang aplikasi itu dan masuk. Diawal masa berlangganan, anda akan mendapatkan layanan 3 bulan secara cuma-cuma.

Beberapa bulan setelah Apple Music masuk ke pasar Indonesia, raja industri musik online dari Swedia juga memulai lapak mereka di sini. Baru buka bulan lalu. Sebenarnya dalam industri ini, Apple adalah pengekor. Spotify sudah menjadi raja industri ini beberapa tahun lalu meski masuk ke pasar Indonesia belakangan. Harga yang ditawarkan lebih murah: hanya 50 ribu rupiah untuk menikmati 30 juta koleksi musiknya. Berbeda dengan Apple Music, anda hanya diberikan layanan cuma-cuma selama satu bulan pada masa awal berlangganan.

Pilih mana?

Saran saya simple: langganan saja keduanya dan tes selama sebulan pertama. Kemudian hentikan langganan sebelum jatah cuma-cumanya habis biar kartu kredit anda tidak kena pemotongan untuk pembayaran.

Saya Pilih mana? Saya sudah berlangganan Apple Music–kebetulan karena saya punya iPad dan Mac–sejak hampir setahun lalu. Setelah Spotify buka lapaknya, saya langsung berlangganan. Sebulan ini saya menikmati layanan gratis dari mereka. Selam sebulan ini saya terus membandingkan kedua layanan ini. Dan sepertinya saya harus meninggalkan Apple Music. Kenapa?

Entahlah, mungkin ini subjektif sekali. Tetapi, setelah mencoba sebulan, saya merasa aplikasi Spotify lebih baik dari segi mudahnya digunakan. Apple Music ketika dibuka dan masuk kita sedikit kebingungan. Spotify lebih simple dan intuitif. Setiap kita mencari seorang artis, Spotify memberikan rekomendari 10 lagu paling hit dari artis tersebut. Spotif juga memberikan rekomendari artis yang mirip dan terkait dari aliran yang sama. Berdasarkan itulah saya bisa sepuasnya membuat playlist kumpulan lagu-lagu terbaik. Ada beberapa fitur lain yang anda akan rasakan perbedaannya kalau langsung mencoba

Kualitas suara Spotify juga sedikit lebih baik. Saya tidak perlu memaparkan perbedaan sistem file yang digunakan keduanya, saya bukan ahlinya. Sebagai orang awam saya hanya mendengarkan dan merasa Spotify lebih baik. Saya memutar lagu yang sama dengan volume suara yang sama dan headset yang sama (Sennheisser)

Alasan ketiga tentu karen Spotify lebih murah 20 ribu dibanding Apple Music. Kalau ada lapak yang memberikan kulitas lebih baik dengan harga lebih murah, masa tidak pindah lapak.

Mendengarkan musik, sama seperti menikmati layanan internet, listrik, dan lain-lain, adalah kebutuhan. Saya tidak pernah sehari tidak mendengarkan musik. Langganan hanya 50 ribu sebulan untuk layanan prima tidak akan membuat anda miskin. Dengan demikian mungkin anda juga telah ikut memakmurkan inustri musik kita.

Whatsapp Web

WA

Kata emak saya, kalau mau berkah sering-seringlah berbagi dan bersedekah, terutama berbagi ilmu dan rezeki. Lihat pohon teh, semakin sering dipetik daunnya, semakin langgeng dan lebat daunnya.

Nah, kali ini saya mau berbagi sebuah trik sederhana yang sangat bermanfaat. Sudah ada banyak yang menulis ini mungkin, namun banyak juga yang belum tahu, termasuk tetangga ruangan di kantor saya banyak yang belum tahu.

Buat yang seharian duduk di kantor dan membuka laptop untuk mengerjakan beragam pekerjaan kantor, bolak-balik membuka pesan yang masuk ke Whatsapp kadang menjengkelkan. Apalagi kalau pesan yang masuk banyak karena kita sedang berdiskusi dengan kelompok tertentu. Juga jempol jadi autis karena cape mengetik di layar telepon bimbit yang kecil sekali itu. Nah, sekitar 3 bulan ini saya berhenti bolak balik laptop-HP hanya untuk menjawab semua pesan masuk ke WA. Caranya?

Gampang sekali. Sejak sekitar 4 bulan lalu Whatsapp melakukan terobosan baru yang bagus sekali. Mereka memperkenalkan Whatsapp Web. Artinya, semua fitur layanan Whataspp bisa dilihat di layar laptop kita. Kita bisa kirim dan terima semua jenis pesan dari layar laptop. Untuk mengaktifkannya, kita cukup perbaharui WA kita ke yang paling baru. Setelah itu buka browser kita. Oh iya, sebaiknya pakai Chrome biar lebih stabil. Cukup ketik www.web.whatsapp.com di peselancar Chrome dan nanti akan muncul semacam barcode. Kalau barcode itu sudah muncul, kita buka aplikasi Whatsapp di telepon bimbit (HP) kita dan masuk ke setting, klik ‘WhatsApp Web’ di menu setting. Lantas anda diminta untuk menscan barcode yang tadi muncul di layar laptop dengan kamera dari aplikasi wahtaspp. Tralalaaaa, anda bisa wa-an di laptop. Mudah sekali

Selamat mencoba