Trotoar impian

Rindang pepohonan membuat terik matahari siang itu tak terasa. Sejuk dengan angin sepoi-sepoi. Saya bergegas menuju gerbang University Village (Kampung Universitas), komplek perumahan kampus UCLA yang sangat nyaman tempat saya dua tahun ini tinggal. Setiap hari saya melalu jalan ini. Dan setiap hari juga saya menikmati indahnya rimbun pepohonon, bunga mekar dalam semburat sinar mentari dan tupai-tupai yang loncat lincah di dahan pepohonan.

Trotoar ini persis di samping apartemen tempat saya tinggal. Jalannya dibuat lurus seperi penggaris, membentang sepanjang jalan Sepulveda. Setiap pagi para mahasiswa bergegas atau berlalu dengan tergesa mengejar bus ke arah kampus. Setiap sore banyak mahasiswa berolah raga lari.

Kebetulan siang itu saya kembali ke apartemen dari kampus lebih awal karena harus mengerjakan sesuatu di rumah. Kampus juga masih sepi karena masih liburan. Setelah mengisi ulang kartu untuk mencuci baju di kampus saya putuskan langsung pulang. Begitu turun di halte bus, siang yang terik menyambut saya. Tapi begitu memasuki jalur pejalan kaki ini, saya langsung merasa damai: jalan yang lurus dan rimbun dengan bunga-bunga.

Saya bermimpi suatu saat semua trotoar di negeri saya seperti ini.