-
Setelah Dua Bulan ‘Jualan Saham.’
Sekitar tiga bulan lalu, ketika saya pulang kampung ke rumah orang tua, saya penasaran dengan adik saya yang sering sibuk memainkan jari-jarinya di HP. Ia tidak sedang membaca berita. Yang dilihatnya seperti grafik, harga dan angaka-angka. “Main saham, A,” jawabnya ketika saya bertanya. Ketika itu saya belum terlalu tertarik. Saya malah menasihatinya agar berhati-hati. Suara-suara sumbang tentang kawan yang rugi dan boncos bermain saham sekonyong-konyong muncul. Sudah lama saya mendengar “main saham.” Tapi saya tidak pernah memeriksa dengan seksama informasi-informasi itu. Yang ada hanya kecurigaan dan anggapan buruk: hanya akan membuang-buan uang kita. Adik saya menjelaskan sedikit kenapa berinvestasi atau ‘jualan’ saham itu aman. Kata adik saya,…

