Ang Zen

Catatan Zezen Zaenal Mutaqin — hukum, sejarah, dan hidup sehari-hari

  • Cinta Markonah

    IV “Kita orang tak punya. Melarat. Makan saja susah. Kekayaan kita cuma budi pekerti dan perangai yang baik. Kalau itu saja kau tanggalkan, lantas apalagi yang kita miliki di dunia ini…?” Suara Inah meninggi dengan emosi yang ditahan. Ia duduk mendekat dan dengan tangannya ia tarik muka Markonah ke arahnya perlahan. “Faham?” Lanjutnya dengan suara lebih lembut dan lirih. Sorot matanya tajam seperti menusuk kornea mata Markonah “Kemarin Minah Ikut-ikutan teman, Mih. Sama si Eman. Tidak tahu dikira mau main apa.” Jawab Markonah dengan air muka penyesalan. “Lagian kau juga anak perempuan. Tak baik sering main dengan anak lelaki. Kau sudah mulai besar. Apalagi ikut mencuri. Tak…

Jangan lewatkan tulisan baru

Update tulisan terbaru langsung ke email Anda. Tanpa spam, hanya catatan.

Pamulang Permai 1, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
zenzaenal@gmail.com

© Ang Zen — Zezen Zaenal Mutaqin. All rights reserved.