• Catatan Harian

    Nabi Muhammad (SAW): Istri-istri dan perceraiannya.

    Tulisan ini bukan alat untuk mendukung atau menjustifikasi perceraian Ustad kondang itu. Perceraian, terlepas dari hiruk-pikuk berita, adalah pengalaman sunyi dua insan. Hanya mereka yang tahu apa yang terjadi. Dan perceraian adalah hal yang dibolehkan meski ‘dibenci’ oleh Allah. Artinya, perceraian adalah jalan terakhir dari kegagalan dua manusia menyatukan dirinya dalam bahtera rumah tangga. Mungkin karena peristiwa itu, belakangan banyak berseliweran berita, informasi dan catatan tentang ‘Perceraian Nabi.’ Sayangnya informasi-informasi itu sepotong-sepotong dan tidak didasarkan pada rujukan yang kuat. Secara tidak langsung, sepertinya, tulisan dan catatan itu hanya ingin bilang: ‘Jangankan UAS, Nabi Muhammad saja pernah bercerai.’ Yang lain menanggapi begini: ‘Kalau mengharmoniskan dirinya sendiri saja dalam keluarga tidak bisa,…