Resmi menjadi kandidat doktor

Ketika dahulu duduk di ruang kumuh di Jalan Semanggi satu membaca karya-karyanya, tidak terbayang saya bisa secara langsung belajar padanya. Masih ingat ketika saya mengumpulkan semua buku-bukunya dalam bahasa Indonesia. Ketika semua bukunya dalam bahasa Indonesia sudah terkumpul, saya mulai penasaran membaca langsung bukuny dalam bahasa Inggris. Seingat saya saya menemukan bukunya di salah satu perpustakaan di Menteng. Karena merasa tertarik, saya kemudian secara serius menuliskan salah satu pokok pemikirannya dalam skripsi saya.

Setelah hampir 15 tahun berlalu sejak 2003, jalan hidup membawa saya ke tempatnya mengajar di Los Angeles. Tentu setelah berputar ke Melbourne, Belanda dan beberapa tempat lain. Dalam perjalanan itu saya juga menemukan tempat lain dan orang lain yang ingin saya kunjungi untuk berguru. Tempat itu di pantai timur, di salah satu kampus terbaik di dunia, di tempat dimana fakultas hukum kelas wahid berada: Harvard Law School.

Mungkin karena keteguhan niat dan keinginan, juga karena faktor keberuntungan, kini kedua orang yang ingin saya jumpai dan saya jadikan guru menjadi pembimbing disertasi saya. Saya baru tahu belakangan bahwa kedua orang Professor dari dua kampus top itu mempunyai kedekatan hubungan. Keduanya pernah berguru pada Professor yang sama di Princeton. Tentu karena Professor utama saya itu adalah salah satu sarjana terbaik dunia di bidangnya saat ini dan Professor dari Pantai Timur itu juniornya, maka dengan mudahlah keduanya terhubung. Ketika tiba-tiba kampus tempat saya belajar mensyaratkan saya untuk mempunyai pembimbing dari luar, nama pertama yang muncul adalah namanya. Senang dan terkejut karena dia bersedia.

Minggu lalu saya menyelesaikan satu tahap penting dalam tahapan pendidikan saya: sidang proposal disertasi. Di hadapan saya duduk tiga orang Professor paling baik di dunia di bidangnya masing-masing-masing. Tentu kedua orang yang selama ini saya impikan untuk jadi pembimbing itu hadir di sana. Meski sedikit gugup di awal, akhirnya ujian lisan itu berjalan mulus dan saya dinyatakan lulus sebagai kandidat PhD. Tentu perjalanan masih jauh karena pekerjaan sesungguhnya baru akan dimulai hari ini. Patut disyukuri.

Perjalanan hidup saya selama ini mengajarkan sesuatu: meski berputar dan berliku, selama keinginan dan usaha kita kuat untuk mencapainya, kita akan sampai di tujuan. Sidang kemarin adalah salah satu tahapan berliku yang insya Allah mengantarkan saya tak lama lagi ke puncak anak tangga pendidikan.

Leave a Reply